DAERAH

SAR Padang; 100 Jiwa, Wabup Solok ; 5420 Jiwa Warga Kab Solok Terdampak Bencana

Jumpa pers terkait update data korban pasca banjir bandang dan longsor di kabupaten solok, sabtu (29/11)

Kab Solok, Suaraindependent.id — Update hasil operasi SAR banjir di Provinsi Sumatera Barat, Sabtu 29 November 2025 pukul 14.00 wib yang dikeluarkan oleh Kansar SAR Padang, dari 10 lokasi operasi SAR tercatat 29.398 jiwa yang berhasil di evakuasi, sementara yang meninggal dunia 85 jiwa, masih dalam pencarian 90 jiwa. 

Beredarnya data korban yang terdampak bencana banjir yang dikeluarkan oleh tim SAR Provinsi Sumbar tersebut memicu gejolak ditengah masyarakat Kabupaten Solok. Pasalnya sudah hancur lebur begitu, hanya 100 jiwa yang terdampak? Impossible.

Sementara itu, Update Data Kebencanaan Kabupaten Solok berupa banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang meliputi 9 Kecamatan dan 16 Nagari yang terdampak bencana.

Dikabupaten Solok, setidaknya ada 1.195 KK / 5420 jiwa terdampak,150 KK / 930 jiwa mengungsi, 62 unit rumah rusak berat, 229 rusak sedang dan 412 rusak ringan, 84 unit rumah terendam, 7 unit fasilitas pendidikan perkantoran rusak akibat dari bencana alam tersebut”

Selain,itu juga ada 3 unit kios, 6 unit irigasi, dan 14 unit fasilitas ibadah mengalami kerusakan.

11 Jembatan rusak, ribuan meter jalan rusak, 161 hektar areal persawahan juga mengalami kerusakan.

Data real tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati H. Candra saat menggelar Jumpa Pers dengan puluhan awak media cetak, elektronik dan online di Aula Gedung Mall Pelayanan Publik Satu Pintu di Koto Baru, Kecamatan Kubung (29/11).

Selain mengungkapkan update data kebencanaan, dalam jumpa pers itu Wabup Candra juga membahas langkah-langkah penanganan pasca bencana yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Solok ini.

Hadir bersama Wabup, Ketua DPRD, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K, Wakapolres Solok Kota Kompol Aliman, Dandim 0309/Solok Letkol Kav. Sapta Raharja, Sekda, Asisten II, Plt. Kadis Kominfo, Plt. Kalaksa BPBD, Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kadis Sosial.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor ini berdampak besar pada kerusakan infrastruktur sarana dan prasarana umum dan ribuan rumah warga, ungkap Candra.

Parahnya, sampai saat ini ada belasan Jorong yang tersebar di 6 Nagari di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Solok, yang masih terisolasi karena akses terputus disebabkan jembatan jebol.

Jorong yang masih terisolasi sampai hari ini;

  1. Jorong Muaro Busuk di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung
  2. Jorong Sawah Sudut di Nagari Salayo Kecamatan Kubung
  3. Semua Jorong di Nagari Muaro Pingai
  4. 3 Jorong di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih
  5. Semua Jorong di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek Kecamatan Danau Kembar
  6. Jorong Ujung Ladang di Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak

Berdasarkan itu Wabup Candra bersama Forkopimda, Dinas dan Instansi terkait lainnya dan para relawan, telah melakukan langkah-langkah penanganan bencana dengan memastikan ribuan masyarakat kabupaten solok terpenuhi kebutuhannya, termasuk warga di 6 Nagari yang masih terisolasi.

Khusus bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan, yang terisolasi, bantuan makanan didistribusikan atau diantar petugas pemerintah, TNI/Polri dan relawan lainnya, melalui akses perairan danau Singkarak.

Dengan menggunakan speed boat milik TNI dan perahu masyarakat yang disewa untuk mengantarkan makanan/sembako ke dua Nagari yang terletak ditepian Danau Singkarak itu.

Wabup Candra juga menyebutkan, guna memenuhi belasan ribu porsi makanan untuk masyarakat terdampak bencana, Pemerintah daerah setempat menggandeng sejumlah Dapur SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Solok.

Setidaknya, sudah 15 ribu lebih porsi makanan untuk masyarakat terdampak bencana, yang dibantu pengadaanya oleh Dapur SPPG ” ujar H. Candra.

Selain itu, kata Wakil. Bupati H. Candra, guna memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak bencana, Pemkab Solok melalui Dinas Sosial sampai saat ini dan beberapa hari kedepan, masih membuka Posko Dapur Umum dan Logsitik. Yang didirikan di halaman komplek Islamic Center Koto Baru.

Dari Dapur Umum dan Logistik ini kata Wakil Bupati, setiap harinya didistribusikan ribuan porsi makanan, terutama untuk memenuhi kebutuhan makan siang masyarakat terdampak bencana.

Menurut Candra, pendistribusiannya selalu dikoordinasikan dengan petugas dan relawan serta masyarakat di Posko-Posko relawan yang tersebar di Nagari. Hal itu dilakukan agar bantuan tersebut tepat sasaran, dan benar-benar sampai untuk masyarakat terdampak, sebutnya. (Billy)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button