BERITA UTAMA

Dugaan Kejanggalan Teknis dan Prosedural Warnai Konferancab PAC GP. Ansor Ciputat Timur

Tangerang Selatan || Suara independent.id –  28/12 — Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor di ciputat timur menuai sorotan dari sejumlah peserta forum. Beberapa perwakilan ranting menyampaikan adanya dugaan kejanggalan prosedural yang terjadi selama jalannya forum, khususnya terkait administrasi dan mekanisme pengambilan keputusan.

Perwakilan peserta forum menyampaikan bahwa sejak awal pelaksanaan Konferancab, terdapat sejumlah catatan penting. Salah satunya adalah penerbitan Surat Keputusan (SK) yang dinilai mendadak dan tidak melalui mekanisme sosialisasi yang memadai di forum. Selain itu, disebutkan pula adanya pengkondisian dari tingkat PC yang dirasakan menekan ranting-ranting dalam menentukan sikap. sehingga memengaruhi independensi forum.

Dalam proses penjaringan calon, peserta juga menyoroti adanya perubahan sikap mendadak dari calon yang sebelumnya telah disepakati oleh ranting, namun kemudian berbelok arah dengan mengeluarkan rekomendasi berbeda dari hasil kesepakatan musyawarah mufakat di tingkat ranting.

Kejanggalan lain disampaikan terkait ranting Cempaka Putih, di mana rekomendasi disebut tidak dikeluarkan oleh pihak yang namanya tercantum dalam SK ranting. Meski demikian, rekomendasi tersebut tetap disahkan oleh pimpinan sidang, yang kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta terkait keabsahan prosedur.

Selain itu, forum juga mencatat bahwa hingga Konferancab berlangsung, masih terdapat kekurangan administrasi berupa stempel resmi dari sejumlah ranting yang telah mengeluarkan SK. Dan calon ketua terpilih tidak menyetorkan berkas apapun

raka wafillah ketua ranting cirendeu
Peserta mengatakan bahwa “apabila kekurangan administrasi tersebut tidak segera dilengkapi, berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan administratif di kemudian hari.”Ujarnya

Para peserta forum berharap agar pihak-pihak terkait, khususnya panitia dan pimpinan sidang, memberikan klarifikasi terbuka atau membuat konfrensi ulang
serta melakukan evaluasi menyeluruh demi menjaga marwah organisasi, transparansi forum, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi yang berlaku.

“Konferancab seharusnya menjadi ruang demokratis dan tertib administrasi. Evaluasi ini penting agar ke depan tidak menimbulkan preseden buruk bagi organisasi,” ujar azzam ketua demisioner PAC GP ANSOR ciputat Timur

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button