NASIONAL

Polres Tuban Dipermalukan dari Dalam: Hukum Dijual, Kejahatan Dilindungi, Rakyat Dikhianati

Tuban  | Suaraindependentnews.id — Inilah potret telanjang Polres Tuban hari ini. Di saat publik menanti penegakan hukum, yang terjadi justru sebaliknya: solar ilegal mengalir bebas, tambang ilegal menggali tanpa takut, dan pencuri kabel malah dilepas—bahkan barang buktinya diduga diperjualbelikan.

Jika ini bukan kehancuran moral institusi, lalu apa namanya?

Kasat Reskrim Polres Tuban diseret ke pusat sorotan. Bagaimana mungkin kejahatan terang-benderang bisa hidup nyaman tanpa sentuhan hukum?

Apakah hukum memang sengaja dipelintir agar hanya tajam untuk rakyat kecil dan tumpul terhadap kejahatan bernilai miliaran?

Lebih busuk lagi, publik diguncang oleh dugaan bahwa seorang Kapolsek bersama Kanitnya membebaskan pelaku pencurian kabel. Tidak cukup sampai di situ, barang bukti kejahatan justru dikabarkan raib dan diduga diperjualbelikan. Jika benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran—ini pengkhianatan terhadap sumpah jabatan.

Di titik ini, wajar bila publik bertanya dengan nada marah:
apakah Polres Tuban masih aparat penegak hukum, atau sudah berubah menjadi pelindung kejahatan?

Pola busuknya semakin jelas:
Kejahatan besar dibiarkan
Pelaku dilepas
Barang bukti lenyap
Aparat memilih diam
Ini bukan kebetulan.

Ini sistem.
Kapolres Tuban yang baru kini berada di persimpangan paling memalukan. Diam berarti mewarisi kebusukan. Bertindak berarti membongkar sarang dari dalam. Tak ada jalan tengah. Tak ada alasan. Keadilan tidak lahir dari klarifikasi—ia lahir dari tindakan.

Desakan publik kini berubah menjadi tuntutan keras:

Propam Polda Jawa Timur dan Mabes Polri WAJIB turun tangan.

Periksa Kasat Reskrim.

Periksa Kapolsek dan Kanit terkait.

Buka semua ke publik. Jika bersih, buktikan. Jika kotor, bersihkan tanpa ampun.

Jika solar ilegal terus hidup, tambang ilegal terus menjarah, dan maling kabel terus tertawa, maka satu vonis opini publik tak terelakkan:

Di Tuban, hukum tidak kalah—hukum dijual.
Dan ketika hukum dijual, yang mati bukan hanya keadilan, tetapi kehormatan institusi itu sendiri…..bersambung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button