Menampung Harapan dari Langit, SMP Muhammadiyah 1 Wates Dalami Konsep Sekolah Air Hujan

Sleman | Suaraindependentnews.id – SMP Muhammadiyah 1 Wates, Kulon Progo, berkunjung silaturahmi untuk studi tiru ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Sleman pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi serta menambah wawasan dalam pengelolaan dan pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih yang aman dan berkelanjutan.
Rombongan yang berjumlah 14 peserta, terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, karyawan, serta pengurus IPM, disambut oleh pengelola Sekolah Air Hujan Banyu Bening. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan dari perwakilan rombongan SMP Muhammadiyah 1 Wates.
Dalam sambutannya, H. Agus Wiratno, S.Pd selaku pimpinan daerah Muhammadiyah Wates, Kulon Progo, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus thalabul ilmi untuk menambah wawasan dalam pengelolaan air hujan. Selama ini, air hujan di lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Wates belum dimanfaatkan secara optimal dan justru kerap menimbulkan genangan akibat sistem drainase yang kurang lancar. Melalui studi tiru ini, rombongan berharap memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan di sekolah sehingga air hujan tidak lagi dipandang sebagai sumber masalah, melainkan sebagai anugerah yang membawa manfaat.

Pemberian materi disampaikan oleh Sri Wahyuningsih, S.Ag selaku pendiri Sekolah Air Hujan Banyu Bening. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kondisi air tanah saat ini mengalami penurunan baik dari segi kualitas maupun kuantitas akibat eksploitasi yang berlebihan dan berkurangnya daerah resapan. Peserta diajak mengubah cara pandang terhadap air hujan yang selama ini dianggap kotor, menjadi sumber air alternatif yang aman dan bermanfaat apabila dikelola sesuai prosedur yang tepat.
Selain itu, disampaikan pula prinsip dasar pengelolaan air hujan mulai dari penampungan, penyaringan, hingga pengujian kualitas air. Peserta diperkenalkan dengan alat ukur TDS (Total Dissolved Solids) serta contoh sistem pengelolaan air hujan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan praktik sederhana. Melalui kunjungan ini, SMP Muhammadiyah 1 Wates diharapkan mampu mengimplementasikan pengelolaan air hujan di lingkungan sekolah serta menjadi pelopor pemanfaatan air hujan di wilayah Kulon Progo, sehingga air hujan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung Keberlanjutan di lingkungan sekolah dan anak didik membawa ilmunya untuk di sampaikan ke Orang Tuanya dan di terapkan di rumahnya masing-masing sehingga konsep 5 M (menampung, mengolah, minum, menabung, mandiri) menjadi gerakan yang masif yang membawa perubahan luas di lingkungan tempat tinggalnya, agar tercipta Harmoni antara Manusia dan Alam serta mensyukuri atas Ciptaan yang Tuhan YME berikan di Bumi ini.
Kontributor ; Ainaya Nurfadila
Editor&publisher: mahmudi




