NASIONAL

Diduga Ada Transaksi Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkot Semarang, Libatkan Oknum Tim Percepatan Pembangunan

Semarang | suaraindependentnews.id- Dugaan praktik jual beli jabatan kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Kali ini, isu tersebut menyeret oknum yang disebut-sebut berasal dari Tim Percepatan Pembangunan Kota Semarang dengan inisial T dan T.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, dugaan transaksi tersebut berkaitan dengan pengisian beberapa jabatan strategis di lingkungan pemerintahan. Oknum yang diduga terlibat disebut meminta sejumlah imbalan kepada pihak tertentu dengan iming-iming kemudahan dalam proses pengangkatan jabatan.

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan melibatkan beberapa pihak.

“Ada indikasi permintaan sejumlah uang dengan janji membantu mendapatkan posisi tertentu. Ini sangat merusak sistem birokrasi,” ujarnya.

Dugaan ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat, mengingat Pemerintah Kota Semarang selama ini gencar menggaungkan reformasi birokrasi dan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Pengamat kebijakan publik menilai, jika dugaan tersebut benar, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip meritokrasi dalam pengelolaan aparatur sipil negara.

“Pengisian jabatan seharusnya berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan transaksi. Aparat penegak hukum perlu segera turun tangan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Semarang maupun Tim Percepatan Pembangunan Kota Semarang belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh awak media.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan lembaga pengawas dapat mengusut tuntas dugaan tersebut secara transparan, demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button