NASIONAL

Putusan atau Pembiaran? Sengketa Ahli Waris Putra Budiman Mengguncang Pengadilan Agama Surabaya

Surabaya | Suaraindependentnews.id – Sengketa ahli waris Putra Budiman kini memasuki titik paling panas. Ruang sidang bukan lagi sekadar tempat adu dalil, melainkan menjadi panggung pembuktian apakah keadilan benar-benar ditegakkan atau justru dibiarkan terkoyak perlahan.

Penggugat mengaku telah menggelar bukti: dokumen resmi, rekam administrasi, hingga saksi yang memperkuat klaim garis keturunan. Namun pertanyaan besar menggantung tajam—apakah seluruh bukti itu benar-benar diuji secara serius, atau hanya dicatat lalu dilupakan dalam pertimbangan akhir?

Dalam perkara waris, satu detail yang diabaikan bisa berakibat fatal. Menggeser satu fakta berarti menggeser hak.

Mengabaikan satu ahli waris berarti merampas legitimasi atas harta dan martabatnya. Jika fakta yang diajukan tak dijawab secara eksplisit dalam amar putusan, publik berhak bertanya: ada apa di balik meja persidangan?


Sorotan kini menghantam keras. Integritas majelis hakim dipertaruhkan. Karena ketika pembuktian terlihat tak seimbang, ketika dalil tak dijawab secara terang, maka aroma ketidakadilan akan lebih kuat daripada bunyi palu sidang.

Ini bukan sekadar konflik keluarga. Ini adalah ujian wibawa lembaga peradilan. Putusan nanti akan menjadi garis tegas: apakah hukum berdiri di atas fakta yang terungkap, atau justru membiarkan fakta terkubur dalam sunyi.

Jika keadilan tak tampil gamblang dan terukur, maka luka perkara ini tak akan berhenti di ruang sidang. Ia akan menjalar menjadi pertanyaan publik yang lebih keras—tentang keberanian pengadilan menegakkan kebenaran tanpa kompromi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button