Keluhkan Lampu Jalan, Tim TSR XVIII Pemko Solok Tampung Aspirasi Warga

Kota Solok, Suaraindependent.id — Menyambut bulan suci ramadhan 2026, Pemko Solok telah menetapkan sejumlah kegiatan Safari ramadhan yang di tujukan ke mesjid mesjid yang ada di Kota Solok yang dibagi sebanyak 22 Tim Safari Ramadhan (TSR).
Setiap Tim diikuti oleh sejumlah pejabat daerah Kota Solok, anggota DPRD, Komisioner KPU dan Bawaslu, PDAM, TNI-Polri, Baznaz, Bank, wartawan, dan lembaga-lembaga lainnya yang ada di Kota Solok.
Sebelum Safari ramadhan dilaksanakan, seluruh peserta TSR dibekali oleh Walikota Ramadhani Kirana Putra bersama Wakil Walikota Suryadi Nurdal dan Ketua DPRD, Fauzi Rusli di kediaman Walikota Solok yang ditutup dengan berbuka puasa bersama, Sabtu, 21 Februari 2026.
Walikota Solok menyebutkan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyamakan persepsi dan memastikan seluruh tim memahami dan mampu menyampaikan program-program pembangunan daerah kepada Masyarakat, baik yang sudah terlaksana maupun yang sedang berjalan. Selain itu TSR ini juga menjadi momentum dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dengan masyarakat.
Beranggotakan 8 orang, yakni Irsyad, M. Pd, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM sebagai Ketua Tim, Rinaldi Dt. Rangkayo Sutan, SE anggota DPRD, sebagai wakil ketua Tim, Metriyunas, SH, M. Hum, Sekretaris BKPSDM, Abdul Hanan, S. Pd, komisioner KPU, H. Awaluddin, S. Pd,i dari Baznas, Wardiman Anto, S. Pd, MM, Ketua harian Kwarcab, Yashirli Mulyadi dan Syafliwardi, SH dari awak media, TSR XVIII ini bertempat di Mesjid Abdurrahman Simpang Sigege Kelurahan VI Suku Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok.

Irsyad, M.Pd dalam penyampaiannya menyebutkan bahwa kegiatan safari ramadhan bukan hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Capaian yang telah diraih Pemko Solok baru baru ini adalah penghargaan UHC 2026 kategori madya dari BPJS kesehatan. Penghargaan itu diraih karena Pemko Solok sudah melaksanakan hampir 100 persen pencapaian berobat gratis.
Namun pencapaian ini turut berdampak. Pembengkakan perpindahan penduduk ke kota Solok meningkat, untuk itu jaminan berobat gratis itupun di batasi dengan persyaratan penduduk yang KK nya sudah berumur satu tahun yang memperoleh fasilitas berobat gratis, ungkapnya.
Tidak itu saja, sebut Irsyad. BPJS ketenagakerjaan turut diberikan kepada warga yang rentan beresiko bekerja diluar rumah, seperti Garin, marbot dan Imam Mesjid, RT/RW. Sekarang juga sudah masuk 2 ribu lebih penerima BPJS ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi petani, tukang ojek, PKL, buruh tukang, dan lainnya.
Dan tahun ini kita tambahkan lagi penerima BPJS ketenagakerjaan lebih dari 4500 jiwa untuk masyarakat Kota Solok yang rentan beresiko bekerja diluar rumah, terang Ketua TSR.
Diketahui, RSUD Serambi Madinah sudah beroperasi sejak 17 Februari 2025 kemarin. RS kita ini alhamdulillah sudah berbasis digitalisasi. Artinya masyarakat yang ingin berobat bisa langsung mendaftarkan diri dari rumah melalui aplikasi Mobile JKN.

Selain itu, RSUD Serambi Madinah saat ini sudah memiliki dokter dokter spesialis Yang lengkap. “RS kita ini juga sudah memiliki ruang ICU untuk dewasa, MICU untuk bayi, PICU untuk anak anak,” tuturnya.
“Rata-rata dalam satu minggu, RS kita sudah melayani operasi sebanyak 80 sampai 100 pasien, rawat jalan seperti itu juga. Pasien rawat inap itu rata rata dari 100 bed yang tersedia, sudah terisi sebanyak 45 sampai 50 Bed setiap harinya”
Disebutkan Irsyad, sejak Maret 2025 Pemko Solok sudah menggratiskan tarif PDAM untuk setiap mesjid dan musholla.
“Dari mana kita ambilkan untuk pembayaran tagihannya,? itu kita ambilkan dari deviden atau laba hasil usaha akhir tahun untuk Pemko. Jadi bukan dengan menaikan tarif dasar PDAM masyarakat”
Selain itu, sebesar 53 milyar PDAM Kota Solok mendapatkan kucuran dana dari balai cipta karya untuk perbaikan PDAM kita, ungkapnya.
Disisi lain, dalam rangka perbaikan birokrasi dan efisiensi, pemerintah daerah telah merampingkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari 31 OPD menjadi 26 OPD.
Melalui Dinas Pendidikan, kita juga sudah merealisasikan paket sekolah gratis. Ditahan 2025, itu baru kita peruntukan untuk masyarakat kurang mampu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kedepannya kita akan target ini berlaku untuk seluruh siswa, harapnya.
Terkait jalan, beberapa ruas jalan sudah di perbaiki, seperti ruas jalan Batu Gadang sampai ke simpang Gaung, jalan Mesjid Sukur sampai ke SMA 2. Dan tahun 2026 ini sudah kita anggarkan perbaikan jalan dari Simpang Pulai ke SMP 5. Jadi jalan jalan yang rusak itu akan kita lanjutkan perbaikannya di tahun ini.
Hal yang sama terhadap lampu jalan turut menjadi prioritas. Sebanyak 4133 titik lampu jalan dan 153 panel yang ada, 57 panel itu sudah dicuri orang termasuk kabel kabel bawah tanah, dan ini berdampak sekali pada lampu jalan. Tetapi kita sudah mencoba memperbaikinya, tentu ini bertahap, ungkap Irsyad.
Kondisi saat ini, pemerintah Kota Solok dihadapkan dengan keterbatasan keuangan. Hal ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat Kota Solok.
“Pemerintah Kota Solok sangat tergantung dengan transfer keuangan dari pemerintah pusat. Kontribusi PAD Kota Solok terhadap total belanja di Kota Solok itu hanya 8 hingga 10 persen, 90 persen lebih itu bergantung kepada APBN”
Ketika ada kebijakan transfer keuangan daerah dikurangi, itu berdampak kepada pembangunan Kota Solok. Dari kurang lebih 700 milyar APBD kita, sekarang tinggal 480 milyar, keluh Irsyad.
Tahun 2026 ini, pembangunan infrastruktur di Kota Solok hanya dua, sebutnya lagi. Pertama kita melanjutkan pembangunan Mesjid Syahara yang ada di terminal, dan kedua adalah revitalisasi taman hutan kota menjadi taman literasi dan budaya yang lebih fungsional menjadi ruang publik, dilengkapi dengan panggung dan simbol simbol kebudayaan.
“Ditaman literasi dan budaya ini nantinya kita pusatkan sebagai tempat kegiatan event event yang diagendakan tiap Sabtu minggu dan event bulanan, sehingga akan berdampak kepada ekonomi masyarakat,” tutup Ketua Tim TSR XVIII.
Selanjutnya dalam seksi dialog, tim TSR menampung aspirasi masyarakat mengenai lampu jalan dan lampu jembatan buai, serta komplain terhadap coran jalan yang rusak, yakni jalan Abdurrahman hakim depan SMK Solok, Simpang Sigege Kelurahan VI Suku Kecamatan Lubuk Sikarah. (Billy)




