BERITA UTAMA

Akses Terputus, Jalur Desa Jadi Alternatif: Penanganan Longsor KM 16 Masih Berlangsung

Trenggalek | Suaraindependentnews.id  – Penanganan longsor yang menutup Jalan Nasional KM 16 jalur Trenggalek–Ponorogo masih terus berlangsung hingga hari kedua, Kamis (5/3/2026). Material longsoran berupa batu raksasa dan tanah dari tebing di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, menyebabkan akses utama penghubung kedua wilayah tersebut lumpuh total.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Trenggalek, serta unsur relawan dan instansi terkait terus bekerja keras membersihkan material longsor yang diperkirakan mencapai volume sekitar 68 meter kubik.

Hingga saat ini proses pembersihan telah mencapai sekitar 45 persen dari total material yang menutup badan jalan.

Akibat tertutupnya jalur nasional tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif desa. Berdasarkan pengaturan yang diterapkan di lapangan, kendaraan dari arah Trenggalek menuju Ponorogo diarahkan masuk melalui Pertigaan Pucanganak.

Selanjutnya kendaraan melintasi jalan desa hingga kembali tersambung dengan jalan nasional di bagian atas titik longsor.


Sementara itu, kendaraan dari arah Ponorogo menuju Trenggalek dialihkan melalui jalur bawah yang bersifat satu arah.

Jalur ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat non-muatan. Akses tersebut melewati jalan desa di sekitar samping Warung Centang Loro dan keluar di sekitar Rest Area Bendungan Tugu Trenggalek.

Karena kondisi jalan desa yang relatif sempit dan tidak dirancang untuk kendaraan besar, kendaraan berat dan kendaraan bermuatan tidak diperkenankan melintas melalui jalur alternatif tersebut demi keselamatan pengguna jalan.

Susanto, Humanitarian Program Laznas LMI, menyampaikan bahwa setelah seluruh material longsor berhasil disingkirkan, tahap selanjutnya adalah memastikan kelayakan dan keamanan struktur jalan sebelum kembali dibuka untuk umum.

“Setelah material longsoran selesai dibersihkan, perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi jalan untuk memastikan aman dilalui kendaraan,” ujarnya.

Saat ini BPBD Trenggalek, Basarnas, dan tim gabungan masih fokus pada penanganan darurat agar akses jalan nasional tersebut dapat segera difungsikan kembali.

Jika kondisi cuaca tetap mendukung dan tidak terjadi hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan, proses pembersihan material ditargetkan rampung paling lambat pada Jumat mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button