Anggota Unit di Brigade Al-Qassam bertemu Setelah 33 Tahun.. Bagaimana Kisahnya ?

Gaza || Suaraindependentnews.id – Anggota terakhir dari kelompok yang tergabung dalam Brigade Al-Qassam, yang disebut unit khusus 101, dibebaskan pada tahun 1990-an untuk membebaskan pendiri gerakan Hamas, Syaikh Ahmad Yasin, setelah 33 tahun pengungkapan mereka.
Anggota unit tersebut berhasil bertemu untuk pertama kalinya setelah 33 tahun penangkapan mereka, setelah pembebasan tahanan Mahmoud Issa, yang merupakan pemimpin unit tersebut.
Tujuan pembentukan unit ini adalah untuk membebaskan Syaikh Ahmad Yasin setelah penangkapannya. Unit yang terdiri dari 4 orang yaitu Mahmoud Issa, Mahmoud Atoun, Mousa Akkari, dan Majid Quteish, merencanakan penculikan seorang tentara penjajah dan melaksanakan operasi tersebut pada tanggal 13 September 1992.
Unit tersebut memberikan ultimatum kepada pemerintah penjajah selama sepuluh jam untuk memenuhi tuntutannya, yang paling utama adalah membebaskan Syaikh Ahmad Yasin, jika tidak mereka akan membunuh Tolidano.
Perdana Menteri saat itu, Yitzhak Rabin, menolak bernegosiasi untuk membebaskan Tolidano sebagai pertukaran dengan Syaikh Ahmad Yasin.
Upaya penjajah untuk menemukan Tolidano gagal, dan nasibnya baru diketahui dua hari kemudian ketika seorang penggembala menemukan mayatnya tergeletak di daerah kosong di jalan Yerusalem-Ariha.
Oleh Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
Gaza , Senin: 21 Rabi’ul Akhir 1447 H
Bertepatan dengan: 13 Oktober 2025 M




