Bersama Mendagri, Wawako Solok Ikuti Rakor Pascabencana di Sumbar

Padang, Suaraindependent.id — Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Provinsi Sumatera Barat bersama sejumlah kepala daerah yang terdampak bencana alam tersebut.
Juga terlihat Wakil Wali Kota Solok, H.Suryadi Nurdal bersama Kepala Baperida Kota Solok, Refendi, Kepala Dinas PUPR Kota Solok, Afrizal, Kalaksa BPBD Kota Solok, Edrizal mengikuti Rakor tersebut di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumbar, Selasa (13/01/26).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy, Forkopimda Sumbar, Bupati dan Walikota Se-Sumatera Barat.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan sesuai tingkat kerusakan rumah. Untuk kategori rusak ringan pemerintah memberikan bantuan Rp. 15 juta per kepala keluarga (KK), rusak sedang Rp. 30 juta per KK, dan rusak berat Rp. 60 juta per KK.
“Bantuan akan disalurkan melalui BNPB, sementara pendataan dilakukan oleh Bupati dan Wali Kota di bawah koordinasi Gubernur,” ujar Tito yang sekaligus juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Tito menekankan bahwa penyaluran bantuan harus didukung kelengkapan administrasi. Namun apabila dokumen warga hilang akibat bencana, pemerintah memberikan kebijakan khusus agar proses tetap berjalan.
“Dalam kondisi tertentu, Kepala Desa dapat menandatangani pertanggungjawaban sebagai pengganti dokumen warga, sehingga bantuan tidak terhambat,” jelasnya.
Untuk mencegah pemalsuan data, Mendagri menegaskan, pentingnya koordinasi Kepala Daerah dengan Kapolres dan Kajari, untuk memastikan validitas data melalui pengecekan langsung di lapangan.
“Terobosan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana tanpa mengabaikan akuntabilitas,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi di Sumbar telah menyebabkan kerusakan besar pada rumah warga. Sebanyak 6.895 unit rumah tercatat rusak ringan, 2.981 unit rusak sedang dan 5.077 unit rusak berat. Selain itu, 775 unit rumah dilaporkan hanyut.
Wakil Wali Kota Solok, H.Suryadi Nurdal menyambut baik kebijakan pemerintah pusat tersebut, dan menegaskan kesiapan Kabupaten Solok dalam mempercepat proses pendataan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Pemerintah Kota Solok berkomitmen memastikan pendataan dilakukan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran. Kami akan bekerjasama dengan seluruh unsur terkait, agar bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar wawako Solok.

Ia juga menambahkan bahwa Pemko Solok siap mengantisipasi kendala administrasi yang mungkin dihadapi warga terdampak.
“Jika terdapat warga yang kehilangan dokumen akibat bencana, kami akan mengikuti arahan pemerintah pusat dengan menyiapkan mekanisme penggantian administrasi, tanpa mengurangi aspek akuntabilitas. Yang terpenting masyarakat bisa segera mendapatkan kepastian dan bantuan untuk membangun kembali kehidupan mereka,” tambahnya. (Billy)




