NASIONAL

Dari Atap Sekolah ke Gelas Siswa: Edukasi Air Hujan di SMAN 2 Sleman

SLEMAN  | Suaraindependentnews.id — SMA Negeri 2 Sleman menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Sekolah Air Hujan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pemanfaatan air hujan secara berkelanjutan. Kegiatan ini didukung oleh OISCA (Organization for Industrial, Spiritual and Cultural Advancement), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu lingkungan hidup dan pendidikan.

Acara diawali dengan sambutan dari Nur Partiningsih, perwakilan OISCA Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, Nur menyampaikan bahwa pemasangan sistem pemanenan air hujan di SMAN 2 Sleman merupakan bentuk dukungan OISCA terhadap upaya sekolah dalam mengelola sumber daya air secara mandiri dan ramah lingkungan. Air hujan dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber air bersih jika dikelola dengan sistem yang tepat.

Kegiatan inti diisi oleh Sri Wahyuningsih selaku narasumber dari Sekolah Air Hujan dan Komunitas Banyu Bening. Sri menjelaskan konsep pemanenan air hujan mulai dari proses penampungan, penyaringan bertahap, hingga pemanfaatannya sebagai air minum dan air terapi. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.

Sebelum mencoba air hujan, para siswa terlebih dahulu diajak untuk mengecek kadar partikel atau zat terlarut dalam berbagai sampel air yang dibawa peserta, seperti air tanah, air kemasan, dan air hujan. Melalui pengujian tersebut, Sri menunjukkan bahwa air hujan yang ditampung dan difilter dengan baik memiliki kadar partikel yang rendah dan berada dalam batas aman untuk dikonsumsi.

Beberapa siswa pun memberanikan diri untuk mencoba mengonsumsi air hujan hasil olahan. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa rasa air hujan terasa berbeda. “Rasanya beda, kayak lebih bersih dan seger di tenggorokan,” ujarnya. Pengalaman ini menjadi momen penting dalam mengubah pandangan siswa terhadap air hujan yang selama ini sering dianggap tidak layak konsumsi.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, Sri Wahyuningsih memberikan penjelasan sederhana. Ia mengajak siswa berpikir dari pengalaman sehari-hari. Menurutnya, saat seseorang kehujanan dan tanpa sengaja menelan air hujan, tidak pernah terjadi hal berbahaya. “Apakah kalian langsung pingsan atau sakit? Tidak. Aman, kan? Sesederhana itu,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, siswa SMAN 2 Sleman diharapkan semakin memahami bahwa air hujan bukan sekadar limpasan yang terbuang, melainkan sumber daya alam yang aman, bernilai, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. OISCA bersama pihak sekolah berharap program Sekolah Air Hujan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Kontributor ; Ainaya Nurfadila

Editor&publisher: mahmudi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button