Dr. Hossam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan Menjelaskan Setelah Insiden

Gaza | suaraindependentnews.id – Tadi malam merupakan salah satu malam tersulit bagi RS Kamal Adwan dan sekitarnya. Sekitar sepuluh robot diledakkan, sebagian besar berada di dekat rumah sakit.
Semua pintu, penghalang internal dan jendela dihancurkan, dan beberapa dinding juga dibongkar. Puing-puing yang tersebar dimana-mana menciptakan pemandangan yang menyakitkan dan menimbulkan ketakutan di hati orang-orang di rumah sakit.
Sekitar pukul 01.30, pesawat F-16 mulai mengebom rumah-rumah yang berdekatan dengan Rumah Sakit Kamal Adwan, dan tembakan hebat meningkatkan intensitas ketakutan dan teror.
Sampai saat ini kami terjebak di dalam gedung rumah sakit dan tidak bisa keluar ke halaman atau pindah ke gedung lain, karena siapa pun yang mencoba pindah akan menjadi sasaran. Situasinya sangat berbahaya.
Kami segera menyerukan komunitas internasional untuk melakukan intervensi guna melindungi sistem kesehatan, petugas kesehatan, dan pasien. Pengeboman berlanjut sepanjang malam, dan situasinya masih mengerikan. Saat ini kita berhadapan dengan tank dalam jarak yang sangat dekat, dan setiap beberapa menit, Rumah Sakit Kamal Adwan ditembaki.
Sayangnya, situasinya menjadi tidak tertahankan dan meskipun kami telah meminta bantuan kepada dunia, belum ada bantuan yang diterima hingga saat ini. ****
Gaza 28 Desember 2024




