DAERAHTak Berkategori

Diguncang Isu Krisis Sampah, DLH Kabupaten Solok Sapu Bersih TPS Liar

Asnur, SH,MM ; Kita Kekurangan Bak Sampah, Saat Ini Nagari Harus Mampu Mengelola Sampah Sendiri

DLH Kabupaten Solok sapu bersih TPS liar yang bertebaran di Kabupaten Solok, Kamis, 3 Juli 2025

Solok, Suaraindependent.id — Persoalan sampah menjadi isu hangat di Kabupaten Solok saat ini. Masuk kedalam program 100 hari kerja kepala daerah, sampah menjadi tranding topik di tengah masyarakat.

Hal ini mencuat pasca 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Solok. Ambisi duo pemimpin tersebut menjadikan Kabupaten Solok bersih dari sampah bukanlah sekedar isapan jempol. Semua yang menjadi perhatian publik, disikat habis hingga bersih dan di tata rapi.

Namun itu belumlah sesuai harapan, lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang jauh dari pantauan Pemerintah masih ditemukan bertebaran. Menjadi isu yang krusial, program 100 hari kerja membuahkan hasil yang belum maksimal.

Sebagai lading sectornya kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok seakan dituntut lebih agresif. Walau tak mampu berbuat banyak, DLH tetap berjibaku mengatasi problem tersebut.

Berbagai program pemerintah turut di edukasikan, mulai dari Bank Sampah hingga pengukuhan Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok yang digelar pada Kamis, 20 Marer 2025 lalu, belumlah menuai hasil, sampah itu masih “berungguk-ungguk” berserakan.

“Karena kepedulian masyarakat tentang kebersihan dari sampah masih rendah, dan membuang sampah di sembarangan tempat, masih membudaya.” Begitulah kira kira, ungkap Asnur, SH, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok.

Kadis perempuan itu menyebutkan, mengatasi persoalan sampah saat ini tidaklah sesederhana itu. Perlu berbagai persiapan yang didukung oleh perlengkapan, agar kita bisa mengelola dan mengolah sampah itu secara berkala.

“Ada sekitar 140 ton sampah setiap bulannya di Kabupaten Solok, dan hanya sekitar 40 ton yang bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujar Asnur.

Goro bersama di TPS liar samping BSI Kecamatan X Koto Singkarak

Sebagai langkah awal, dalam pengelolaan sampah secara terstruktur dan efisien di tingkat Kabupaten, kita perlu segera melaunching Bank Sampah Induk (BSI) yang sudah dibangun pada 2024 yang lalu.

Namun, dengan adanya BSI ini persoalan sampah belumlah terselesaikan secara menyeluruh. Pasalnya yang bisa diterima oleh BSI ini adalah sampah yang sudah dipilih dari rumah warga, tidak semua sampah yang dibuang warga bisa diolah di BSI.

“BSI hanya bisa menerima sampah plastik, sampah kardus/kertas, atau yang bernilai jual. Selanjutnya BSI bersihkan dan di olah dengan mesinnya, kemudian baru dilempar ke pengepul,” terang Asnur.

Seperti halnya yang terjadi di X Koto Singkarak, ungkap Asnur. Banyak kami jumpai TPS liar. Bahkan disana sudah berdiri bangunan BSI, namun masyarakat tetap saja membuang sampah disana.

“Sebelum bangunan BSI ini didirikan, lokasi itu sudah menjadi TPS liar, kami DLH sudah sering melakukan goro disana, tapi masyarakat tetap juga membuang sampah di tempat itu”

Hari ini, Kamis, 3 Juli 2025, DLH kembali goro bersama perangkat Nagari Singkarak beserta Kepala Jorong membersihkan TPS liar yang ada di samping BSI. Selesai ini, kami mohon kepada Nagari melalui Camat untuk menutup TPS Liar ini dan mengedukasi masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan.

Sosialisasi pengurus/nasabah BSI bersama bunda Lingkungan dan PLN Bukitinggi di Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak

“Saat ini di setiap Nagari sudah ada satgas sampah, kedepannya sampah sampah di Nagari ini akan menjadi tanggung jawab dari Nagari yang bersangkutan untuk mengelolanya”

Masing-masing Nagari harus menetapkan TPS nya, ucap Asnur. kemudian TPS tersebut akan bekerja sama dengan DLH Kabupaten Solok dalam bentuk MoU, kemudian baru DLH bisa mengangkut sampahnya ke TPA.

“Nagari harus mampu mengelola dan memilah sampah, yang basah di tanam menjadi kompos, yang kering ditampung di BSI. Hal ini sudah berkali kali kita sampaikan ke masyarakat, namun mungkin belum membudaya, makanya TPS liar masih bertaburan”

Saat ini DLH masih kekurangan Bak sampah/kontainer sampah. Target kami adalah satu TPS satu Bak sampah/kontainer sampah.

Lebih lanjut Asnur menjelaskan. Saat ini program BSI baru dalam tahap sosialisasi ke seluruh Nagari untuk mampu memilah sampahnya. Langkah awal, BSI akan mencari nasabah ke sekolah sekolah untuk menjadi nasabah BSI.

Kedepannya, budaya membuang sampah ditempatnya menjadi harapan kita, karna bunda lingkungan juga sudah sering meedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah ini.

pengukuhan Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Kamis, 20 Marer 2025 oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu

Pengukuhan Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok merupakan simbol dukungan terhadap program pelestarian lingkungan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli akan lingkungan, serta mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Makasih ya atas masukannya dan kepedulian kawan kawan media terhadap lingkungan kita ini,” ucap Kadis perempuan itu.

Sebelumnya, usai mengukuhkan Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyebutkan bahwa peluncuran Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Solok adalah langkah besar dalam meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat Kabupaten.

“Melalui Bank Sampah Induk, kita akan dapat mengelola sampah dengan lebih baik, memilah sampah untuk didaur ulang, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya. (Billy)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button