Dihujani Isu Miring, Kadis Wali Data Pemkab Solok Benahi OPDnya
Perempuan Perempuan Tangguh di Sekeliling Bupati Solok

Kab Solok, Suaraindependent.id – Dikelilingi perempuan perempuan tangguh yang menjabat Kepala Dinas setingkat Eselon II, membuat pemerintahan Jon Firman Pandu-Candra dengan taglinenya “Sejuk dan Damai” semakin menggeliat.
Salah satu perempuan tangguh yang menduduki kursi strategis itu adalah Susi Sofianti Saidani, SH, MM, yang menjabat sebagai Kadis Kominfo Kab Solok.
Baru menjabat lebih kurang 2 bulan, Diskominfo dihujani isu miring. Perhatian publik terusik, kinerjanya Kadis baru di pertanyakan. Hal itu menjadi tantangan baru baginya untuk mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap OPD nya.
Keterbukaan informasi publik bukan lagi sekadar tuntutan regulasi, melainkan kebutuhan mendasar dalam tata kelola pemerintahan modern. Di era digital saat ini, masyarakat menuntut transparansi, kecepatan informasi, serta akuntabilitas dari setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah.
Susi Saidani menyadari bahwa kritik dan sorotan publik terhadap Diskominfo bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi serta perbaikan dalam sistem pengelolaan informasi pemerintah daerah.
“Sorotan terhadap kinerja Diskominfo akhir-akhir ini menjadi motivasi dan tantangan tersendiri bagi kami untuk berbenah dan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembenahan di tubuh Diskominfo tidak bisa dilakukan secara setengah hati. Sebagai organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap arus informasi pemerintah, Diskominfo memegang peran strategis dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Tidak hanya menyampaikan program pemerintah daerah, Diskominfo juga berfungsi sebagai jembatan informasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang harus dipahami masyarakat. Dengan kata lain, kualitas komunikasi publik pemerintah daerah sangat bergantung pada kinerja instansi ini.
“Peran Diskominfo lainnya juga sebagai wali data dalam mendukung integrasi dan interoperabilitas data antar OPD,” tegas Susi Saidani.
Karena itu, pembenahan internal menjadi langkah penting yang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian adalah penguatan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai pintu utama pelayanan informasi publik.
Kadis sendiri mengakui bahwa penguatan PPID menjadi salah satu agenda pembenahan yang sedang dilakukan Diskominfo Kabupaten Solok.
“Alhamdulillah saya juga sudah meminta petunjuk kepada Ketua Komisi Informasi mengenai apa saja yang perlu kita benahi, termasuk terkait PPID, tentu sesuai arahan Bapak Bupati,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembenahan Diskominfo tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan pihak-pihak yang memiliki otoritas dalam pengawasan keterbukaan informasi.
Jika pembenahan ini berjalan konsisten, Diskominfo Kabupaten Solok berpotensi menjadi institusi komunikasi publik yang kuat dan profesional. Pada akhirnya, transparansi informasi bukan hanya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang lebih terbuka dan partisipatif.
Di sinilah kepemimpinan kadis perempuan itu diuji, apakah sorotan publik akan berubah menjadi momentum perbaikan, atau justru menjadi tekanan yang sulit diatasi. (Billy)




