Kesaksian Dr. Issam Abu Ajwa dari Jalur Gaza Selama Penahanannya di Penjara Israel

Gaza | suaraidepéndentnews.id – Dr. Issam Abu Ajwa menceritakan kesaksian selam dia dalam pemahanan di penjara Israel ini penjelasan : Para sipir memaksa kami tidur di lantai yang ditutupi batu-batu kecil dan tajam.
Mereka mengikat tangan dan kaki kita, menutup mata kita, menyiramkan air dingin ke tubuh kita, menyalakan kipas angin, lalu menyalakan AC yang kuat.
Para penyidik dan sipir menggunakan musik keras untuk menyiksa kami 24 jam sehari.
Para penyidik memaksa saya untuk berdiri berjinjit selama dua atau tiga jam, kemudian mereka akan melemparkan saya ke tanah dan menyemprot saya dengan air. Setelah itu, tiga atau empat sipir penjara akan memukuli saya.
Kami harus meminta izin untuk menggunakan kamar mandi dan pasien tidak diizinkan untuk pergi.
Kami terkena kudis karena kami tidak mencuci atau mengganti pakaian selama enam bulan. Tubuh saya terbakar tetapi pendudukan tidak memberi kami pengobatan apa pun.
Kami hanya minum air panas dari pipa sekali sehari.
Kami tidak diberi sepatu dan sipir memaksa kami berdiri tanpa alas kaki di aspal selama dua atau tiga jam dalam suhu 37 derajat Celsius.
Makananku hanya yoghurt dan sedikit nasi dan berat badanku turun setengah.
Saya tidak didakwa atas tuduhan apa pun dan tidak dapat menemui pengacara selama tujuh bulan penahanan.
Editor Terjemah NS
Gaza Jum’at 28 Pebruari 2025
Sumber Shehab




