Jaga Kelestarian Astana Gunung Sembung, Sultan Kanoman XII Angkat Nasirudin Sebagai Jeneng Baru

CIREBON, || Suaraindependentnews.id – Keraton Kanoman Cirebon menggelar prosesi sakral pengangkatan Jeneng (Ketua Pengelola) Makam Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Nasirudin bin H. Mughni resmi dilantik untuk mengemban amanah memimpin tata kelola Astana Gunung Sembung dalam upacara khidmat yang berlangsung di Bangsal Djinem, Keraton Kanoman, Sabtu (27/12/2025).
Prosesi pengangkatan dilakukan langsung oleh Sultan Kanoman XII, Kanjeng Gusti Anom Sultan Mochamad Saladin, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Pangeran Patih, Gusti Pangeran Mochamad Amaludin.
#Menjaga Marwah dan Spiritual#
Pengangkatan ini merupakan langkah strategis Keraton Kanoman dalam menjaga keberlanjutan tata kelola Astana Gunung Sembung. Sebagai salah satu situs sejarah, budaya, dan spiritual paling sakral di Indonesia, Astana memerlukan manajemen yang kuat namun tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gusti Pangeran Patih Mochamad Amaludin, Sultan Kanoman XII menegaskan bahwa jabatan Jeneng bukanlah sekadar penunjukan posisi administratif, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang besar.
“Pengangkatan Jeneng adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta wajib menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan ajaran luhur Syaikh Syarif Hidayatullah,” tegas Sultan Mochamad Saladin melalui Pangeran Patih.
#Sesuai Pepakem dan Nilai Islam#
Lebih lanjut, Sultan menekankan bahwa Astana Gunung Sembung bukan hanya sekadar tempat ziarah, melainkan simbol identitas dan spiritualitas masyarakat Cirebon. Oleh karena itu, pengelolaan di lapangan harus berjalan dengan tertib, beradab, dan harmonis dengan aturan keraton.
“Tujuannya adalah memastikan pengelolaan Astana Gunung Sembung berjalan selaras dengan pepakem (aturan adat) keraton serta nilai-nilai simbol Islam yang diajarkan para leluhur,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung dengan suasana penuh khidmat tersebut dihadiri oleh keluarga besar keraton, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari jajaran pengelola makam. Kehadiran pemimpin baru di Astana Gunung Sembung diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi para peziarah yang datang dari berbagai penjuru daerah, sekaligus memperkuat pelestarian cagar budaya tersebut.
(Red/Tim)




