INTERNASIONAL

Keputusan Netanyahu Melarang Dibukanya Penyebrangan Rafah Merupakan Pelanggaran Terhadap Ketentuan Gencatan Senjata

Palestina || Suaraindependentnews.id – Hamas dalam Siaran Persnya menyampaikan Siaran Pers Keputusan Netanyahu untuk melarang pembukaan Penyeberangan Rafah sampai pemberitahuan lebih lanjut merupakan pelanggaran mencolok terhadap ketentuan gencatan senjata, dan penolakan terhadap komitmen yang telah dibuat di hadapan para mediator dan pihak penjamin.

Selain itu, penutupan terus-menerus Penyeberangan Rafah, pelarangan keluarnya para korban luka dan pasien serta pergerakan warga di kedua arah, pelarangan masuknya peralatan khusus yang diperlukan dalam operasi pencarian orang hilang di bawah reruntuhan, serta pelarangan masuknya perlengkapan dan tim khusus untuk memeriksa jenazah dan memastikan identitasnya, akan menyebabkan keterlambatan dalam proses evakuasi dan penyerahan jenazah.

Kelanjutan pelanggaran dan serangan oleh pendudukan, yang hingga kini telah tercatat lebih dari 47 pelanggaran yang menyebabkan 38 syuhada dan 143 luka-luka, kembali membuktikan niat agresif mereka dan kelanjutan kebijakan blokade terhadap lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza, di mana penjahat perang Netanyahu terus menciptakan alasan-alasan palsu untuk menghambat perjanjian dan menghindari komitmennya.

Kami menuntut para mediator dan pihak penjamin perjanjian untuk segera bertindak menekan pendudukan agar membuka Penyeberangan Rafah segera, memaksanya mematuhi semua ketentuan perjanjian, dan menghentikan kejahatan yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina kami di Jalur Gaza.

Oleh Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
Sabtu: 26 Rabi’ al-Akhir 1447 H
Bertepatan dengan: 18 Oktober 2025 M

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button