Bencana NasionalDAERAHPERTANIAN

Kerusakan Sawah Mencapai 79 Ha, Wawako Solok Lapor ke Menteri Pertanian

Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal

Solok, Suaraindependent.id – Rehabilitasi lahan sawah pascabencana di Sumatera Barat resmi dimulai. Program tersebut ditandai dengan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana se- Sumatera yang dilakukan serentak oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara daring dari Lhokseumawe Aceh, Kamis (15/01/2026).

Untuk wilayah Sumatera Barat, kegiatan groundbreaking dipusatkan di Jorong Munggu Tanah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Asisten II Sekda Kota Solok, Zulkifli, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati.

Program ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana alam.

Diketahui total kerusakan lahan persawahan di provinsi Sumatera Barat seluas 6451 ha dengan perincian, rusak ringan 2802 ha, rusak sedang 822 ha, rusak berat 3827 ha.

Sementara kerusakan lahan persawahan di Kota Solok dengan perinciannya adalah rusak ringan 10 ha, rusak sedang 11 ha, rusak berat 58 ha, dengan total keseluruhan 79 ha.

Saat ini untuk kegiatan OPLA dan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Sumatera Barat time line untuk tahap 1 adalah kategori rusak ringan dimulai Januari hingga Februari 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemulihan sektor pertanian pascabencana merupakan tanggung jawab negara.

Ini tanggung jawab kami sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” tegas Mentan Amran.

Ia menyebutkan, kerusakan lahan pertanian berpotensi menimbulkan gagal panen skala besar, yang dapat mengancam ketersediaan pangan lokal, bahkan berdampak pada stabilitas harga pangan secara lebih luas.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementan Dhani Gartina memaparkan, luas lahan optimalisasi (OPLAH) di Provinsi Sumatera Barat mencapai 2.802 hektare yang tergolong rusak ringan.

Intervensi yang dilakukan meliputi optimalisasi lahan (OPLAH), pembangunan bangunan konservasi seperti dam parit, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT),” ujar Dhani.

Staf Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Sam Herodian mengatakan, seluruh petani yang lahannya terdampak akan mendapatkan bantuan.

Bantuan yang diberikan meliputi biaya pengolahan lahan, benih, pupuk, alsintan, hingga sarana pendukung lainnya,” kata Sam Herodian.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada petani terdampak berupa biaya olah lahan sebesar Rp. 900 ribu per hektare, bantuan benih, pupuk, serta fungisida.

Selain groundbreaking, kegiatan juga dirangkai dengan penanaman perdana di lahan sawah yang telah direhabilitasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Prof. Dr. Ir. Sam Herodian, Direktur Irigasi Pertanian Dhani Gartina, S.Kom., M.T., Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Polbangtan Malang Dr. Ir. Setua Budi Udrayana, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi. (Billy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button