Ketua FKKC Sedong Ajak Para Kuwu Wujudkan Pemerintahan Desa yang Transparan, Akuntabel, dan Berintegritas.

Cirebon, suaraindependentnews.id — Ketua Forum Komunikasi Kuwu Kecamatan (FKKC) Sedong, Agus Syamsah, S.Sos. mengajak seluruh Kepala Desa (kuwu) di wilayahnya untuk semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Ajakan tersebut disampaikan Ketua FKKC Sedong dalam menanggapi munculnya berbagai temuan dan dugaan penyalahgunaan anggaran desa di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, pengelolaan keuangan desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keterbukaan kepada masyarakat.
“Kami mengajak seluruh kuwu di Kecamatan Sedong agar menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan pembangunan. Dana desa adalah milik masyarakat dan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Agus saat berkunjung di Desa Sedong Lor, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, penting bagi setiap pemerintah desa untuk terbuka terhadap pengawasan publik, baik dari masyarakat, lembaga pendamping, maupun pihak inspektorat. Keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya penyimpangan penggunaan anggaran.
“Kalau semua dikelola secara terbuka dan sesuai aturan, tidak akan ada ruang untuk penyalahgunaan. Justru transparansi itu akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa,” ujarnya yang di iyakan juga oleh Kuwu Sedong Lor, Supyan Suri, S.Sos.
Selain itu, Ketua FKKC Sedong juga berkomitmen untuk terus intens melakukan komunikasi, koordinasi baik dengan pihak Kecamatan, instansi terkait dan juga antar-kuwu guna memperkuat sistem tata kelola desa yang bersih dan profesional, tambahnya.
Ketua FKKC berharap momentum ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh kuwu di Kecamatan Sedong untuk terus memperbaiki sistem kerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tidak lupa untuk terus bermitra dengan media, Ormas, dan LSM.
“Kami ingin desa-desa di Sedong menjadi contoh baik dalam pengelolaan dana desa yang jujur, terbuka, dan bermanfaat bagi warga,” pungkas Agus. (Kabiro)




