Luncurkan Program Tanam Cabai Daerah, Ir. Syoufitri Lirik Kelompok Wanita Tani Kabupaten Solok
Wakil Bupati Solok, H. Candra, M.S.I Luncurkan Program “Sawah Pokok Murah”

Solok, Suaraindependent.id — Terkenal dengan “Bareh Soloknya” sebagai penghasil beras terbesar di Propinsi Sumbar, Kabupaten Solok kembali buming sebagai salah satu daerah supplier tertinggi sayur mayur dan rempah-rempah.
Sebelumnya, Pemerintahan Daerah Kabupaten Solok pernah melakukan kerja sama dengan Pemko Pekanbaru dalam hal mensuplay sayur dan beras ke Kota Pekanbaru Propinsi Riau. Termasuk Propinsi Jambi dengan Kabupaten terdekatnya, merupakan konsumen tetap dari hasil bumi asal Solok.
Commodity unggulan Kabupaten Solok yang selalu dipertahankan dari masa ke masa adalah Beras Cisokan dan Beras Anakdaro. Sementara, untuk commodity sayuran, Kabupaten Solok mensuplay Cabai, Tomat, Kentang, Bawang, Kool/Lobak, dan sayuran lainnya.
Saat ini, Inflasi terjadi dimana mana, seperti wabah yang tak kunjung habisnya. Kehadiran inflasi itu bagaikan momok yang menakutkan bagi banyak pihak. Kenapa tidak, harga commodity commodity meningkat secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu yang tidak mampu diprediksi pemerintah.

Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya konsumsi masyarakat, berlebihnya likuiditas di pasar, dan ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi juga dapat diartikan sebagai kemerosotan nilai uang akibat banyaknya uang yang beredar, yang menyebabkan naiknya harga barang dan jasa.
Dalam upaya pengendalian inflasi tersebut, Ir. Syoufitri, MM, Kadis Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Solok meluncurkan program “Gerakan Menanam Cabai Daerah.”
Setali tiga uang, sebelumnya Wakil Bupati Solok, H. Candra, M.S.I juga sudah menggalakan Program unggulan “Sawah Pokok Murah” untuk menopang kesediaan Beras Solok.

Perdana program “Gerakan Menanam Cabai Daerah” ini, Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok menggandeng Kelompok Wanita Tani “Berkah Sinergi” Jorong Tanjung Balit, Nagari Salimpat, Kecamatan Lembah Gumanti, Kamis, 12 Juni 2025.
Ir. Syoufitri, MM, menyebutkan, Program “Gerakan Menanam Cabai Daerah” saat ini telah dianggarkan Pemerintah Kabupaten Solok untuk 2.000 batang bibit cabai, polybag sebanyak 120 kg, kompos sebanyak 3.600 kg dan pestisida nabati sebanyak 20 sachet.
Semua bantuan tersebut akan diberikan kepada dua Kelompok Wanita Tani yaitu Kelompok Wanita Tani Annisa di Nagari Aripan Kecamatan X Koto Singkarak, dan Kelompok Wanita Tani Berkah Sinergi di Nagari Salimpek Kecamatan Lembah Gumanti.
“Masing-masing kelompok kami berikan sebanyak 1.000 batang bibit cabai beserta polybag sebanyak 60 kg, pupuk kompos sebanyak 1.800 kg dan pestisda nabati sebanyak 10 sachet,” sebut Syoufitri.
Diungkapkannya, pekarangan rumah berapapun luasannya dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga akan meningkat produktivitasnya. pekarangan yang ditanami dengan sayuran memberikan kontribusi yang cukup besar dalam usaha mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai maupun sayuran lainnya demi menunjang kebutuhan gizi keluarga”
Syoufitri juga mengajak semua masyarakat Kabupaten Solok untuk berserah diri kepada allah swt semoga apa yang kita usahakan ini mendapat rahmat, ridho dan karunia serta bernilai ibadah di sisi-nya.
Semoga gerakan menanam cabai yang dilaksanakan pada hari ini dapat berjalan lancar dengan hasil seperti yang kita harapkan bersama, aamin ya rabbal’alamin, harap Syoufitri.
Kegiatan “Gerakan Menanam Cabai Daerah” yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Solok Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eva Nasri tersebut dihadiri oleh Kabag Perekonomian Kabupaten Solok, Yossi Agusta, Kapolsek Lembah Gumanti AKP Barata, unsur Forkopimcam Lembah Gumanti, Sekcam Mukhrialdi, Wali Nagari Salimpat.
Eva Nasri mengajak seluruh masyarakat, khususnya para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), untuk memanfaatkan bantuan bibit cabai secara optimal.
“Kami menghimbau para petani dan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani agar menanam bibit cabai bantuan ini dengan baik, sesuai petunjuk dari para penyuluh, agar hasilnya maksimal dan bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Selain membahas soal pengendalian inflasi, Eva Nasri juga menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Solok seperti Solok Bersih, Bebas Sampah, dan Sawah Pokok Murah. Ia juga menyebutkan Sekolah Rakyat, program pendidikan yang merupakan bagian dari visi nasional Presiden Prabowo Subianto.
Dengan adanya gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap masyarakat tidak hanya dapat menekan angka inflasi secara mandiri melalui pemanfaatan hasil tani rumahan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga. (billy@nsi-id)




