Tak Berkategori

Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif, Menuju Kabupaten Solok Madani

Ivoni Munir, S. Farm, APt ; Ada Saatnya Bertanding, dan Ada Saatnya Bersanding

Ivoni Munir, S. Farm, APt, ketua Tim Safari Ramadhan (TSR) III Pemkab Solok Mesjid Darusallam Koto Baru Kabupaten Solok

Solok, Suaraindependent.idAlek Pilkada itu digelar hanya sekali 5 tahun, namun kehidupan sosial masyarakat akan berjalan di setiap waktu dan setiap saat. Oleh sebab itu, bersama pemerintahan yang baru, diperlukan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif 5 tahun kedepannya.

“Waktu yang paling jauh itu adalah masa lalu. Sesuatu hal yang tidak pernah bisa kita jemput. Semuanya sudah berlalu dan selesai. Kedepannya bagaimana kita saling bersinergi untuk membangun Kabupaten Solok ini”

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S. Farm, APt saat menyambangi Mesjid Darusallam Jorong Bawah Duku Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok dalam rangka kunjungan Tim Safari Ramadhan (TSR) yang diagendakan pemerintah daerah Kabupaten Solok.

Turut hadir anggota TSR III, yakni Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Asisten I, Kadis Perikanan, Anggota DPRD, Kabag SDM, Sekdis Penanaman Modal, Sekretaris Disparbud, Sekdis Perikanan, Pimpinan Bank BRI Cabang Solok, Wakil Ketua Baznas, dan mubaligh, serta perwakilan dari bagian Kesra Pemkab Solok.

Disebutkan Ivoni Munir, dalam menyongsong Ramadhan tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok sudah membentuk TSR sebanyak 20 Tim, dengan sasaran kunjungannya adalah Mesjid dan Musholla (Surau) di Kabupaten Solok.

Perlu kami sampaikan, bahwasanya penyelenggara pemerintah itu ada eksekutif dan ada legislatif. Ada Bupati sebagai Kepala Daerah, ada DPRD sebagai perwakilan masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif) menyelenggarakan Safari Ramadhan di 20 Mesjid dan Musholla (Surau) yang sudah di SK kan oleh kepala daerah. Dan malam ini, kami dari Tim TSR III mengunjungi Mesjid Darusallam ini.

Kita ketahui, Kepala Daerah hasil Pilkada 2024 sudah dilantik oleh Presiden RI pekan lalu. Dan Bupati terpilih juga sudah menyampaikan pidato pertamanya dihadapan pimpinan dan anggota DRPD Kabupaten Solok.

“Tentu, sebagai kepala daerah yang terpilih secara demokrasi, kita wajib mendukung dan membantu pemerintah dalam mewujudkan cita cita yang disampaikan dalam visi dan misinya”

Terkait apa yang disampaikan Wali Nagari Koto Baru, itu akan kami perkuat nanti dalam pembahasan APBD 2026 yang menjadi kewenangan Kabupaten Solok, terang Ivoni.

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S. Farm, APt

Nagari Koto Baru itu punya dua orang anggota DPRD, yakni Ari Rafika dari fraksi PKS, dan Endang dari fraksi PPP. Bersama mereka itu nanti, saya akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat Kotobaru.

“Saya selaku ketua DPRD akan mengingatkan beliau-beliau itu nantinya untuk mengawal dan mewujudkan permintaan masyarakatnya terhadap pembangunan Jalan dari Simpang Kotobaru hingga perbatasan daerah Bukit Sundi”

Diketahui, anggaran yang sudah di tetapkan untuk tahun 2025 ini, dialihkan penggunaannya untuk ketahanan pangan, makan gizi gratis, BPJS gratis, dan lainnya. Hingga memangkas anggaran Pemkab Solok sebanyak 34 Milyar. Dan itu terjadi diseluruh Indonesia, tidak kita saja, sebut Ivoni.

Dan tentu di tahun ini, sambungnya. Sesuai pidato Bupati Solok, JFP di depan pimpinan DPRD, kita harus mengencangkan ikat pinggang dan harus berhemat.

“Hemat perjalanan dinas, hemat kegiatan kegiatan serimonial, bahkan untuk acara ulang tahun Kabupaten Solok nantinya, cukup melalui rapat paripurna DPRD saja”

Dengan kepemimpinan yang baru ini, kami lembaga DPRD akan tetap menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga perwakilan masyarakat

Pilkada yang digelar sekali 5 tahun, itu sudah selesai. Kedepanya bagaimana mewujudkan Kabupaten Solok yang lebih baik sesuai yang disampaikan Bupati, bahwa tujuan kepala daerah adalah menciptakan masyarakat yang madani dan sejahtera.

“Biduak Lalu, Kiambang Batawik. Ada saatnya kita bertanding, ada juga saatnya kita duduk bersanding”, tutup Ketua DPRD Kabupaten Solok.

Sebelumnya, Pj. Wali Nagari Koto Baru, Miharta Maria menyebutkan bahwa Nagari Kotobaru memiliki penduduk hiterogen yang membutuhkan pelayanan prima dalam Pemerintahan Nagari.

Saat ini, Nagari Kotobaru itu terdapat 14 mesjid dan 40 Mushalla dengan 6095 KK dengan jiwa 21.659 jiwa. Sementara di Jorong Bawah Duku ini terdapat 632 KK dan 2393 Jiwa, ungkap Miharta.

“Khusus Jorong Bawah Duku ini merupakan central pendidikan. Selain SD, juga terdapat sekolah setingkat SLTA yakni MAN Kotobaru dan sekolah Snawiyah setingkat SLTP”

Sampai saat ini, siswa dari kedua sekolah setingkat SLTA dan SLTP tersebut kebanyakan dari daerah tetangga dan dari daerah luar, terangnya.

Persoalan yang paling mendasar saat ini adalah kondisi jalan yang menghubungkan Jorong Bawah Duku dengan pusat Nagari Kotobaru yang sangat menyedihkan.

Saking parahnya, jalan tersebut hampir saban hari memakan korban, rata rata itu yang terjatuh adalah anak anak sekolah.

“Apalagi saat cuaca hujan saat ini, lobang lobang jalan tersebut sudah tertutup air, sehingga semakin rawan untuk kecelakaan, ini prioritas untuk kami”

Dalam Musrembang Nagari sudah kami sampaikan, dan itu prioritas nomor utama. Nanti ditingkat Kabupten, kami mohon dukungan dari Ketua DPRD beserta anggota DPRD Kabupaten Solok dapil ini, harap Walinagari.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Daerah kabupaten Solok melalui Ketua TSR memberikan bantuan untuk mesjid Darusallam sebanyak 25 juta, dan dari Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Solok sebanyak 2,5 juta. (billy@nsi-id)

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button