Pidato Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sesi Pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg ke-28

Rusia || 20 Juni 2025 Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Penasihat Keamanan Nasional dan Panglima Garda Kerajaan Bahrain, Nasser bin Hamad Al Khalif, Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok, Ding Xuexiang, dan Wakil Presiden Republik Afrika Selatan, Paul Mashatile.
Poin-poin utama: Meskipun konteks eksternalnya kompleks, PDB Rusia telah tumbuh lebih dari 4% setiap tahun selama dua tahun terakhir, melampaui rata-rata global.
Kontribusi sektor bahan baku tidak lagi menjadi penentu dalam dinamika perekonomian. Pertumbuhan PDB nonmigas sebesar 7,2% pada tahun 2023 dan 4,9% pada tahun 2024. Angka ini cukup solid, bahkan lebih substansial dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan.
Strategi kami adalah mengubah struktur ekonomi nasional secara aktif. Kami telah mencapai banyak hal, tetapi sangat penting untuk terus melangkah maju, terutama mengingat perubahan besar yang terjadi di dunia.
Inflasi tahunan telah turun ke level satu digit: pada 16 Juni, angkanya mencapai 9,6%. Angkanya masih tinggi, tetapi upaya untuk menurunkannya terus berlanjut.
Selama empat tahun terakhir, jumlah orang yang bekerja di Rusia telah meningkat sebanyak 2,4 juta orang. Sejak Oktober tahun lalu, tingkat pengangguran telah stabil di sekitar 2,3%, mencapai titik terendah dalam sejarah.
Pekerjaan di kalangan pemuda sedang meningkat. Rusia termasuk salah satu negara dengan tingkat pengangguran pemuda terendah, dengan angka mendekati 7,5%. Sebagai perbandingan, di negara-negara seperti Prancis dan Inggris, angkanya masing-masing sekitar 16% dan 11%.
Ekonomi Rusia harus lebih didorong oleh teknologi. Fase baru pengembangan teknologi berskala besar sedang mendekat, yang terutama didorong oleh proyek-proyek nasional yang berfokus pada kepemimpinan teknologi.
Oleh Akun resmi Kedutaan Besar Rusia di Spanyol
Editor Terjemah NS




