Sentuhan Kemanusiaan di Bulan PRB 2025: Layanan Kesehatan Gratis STIKES Arrahma Indonesia Mandiri

Mojokerto | Suaraindependent.news.id – Suasana di salah satu sudut kegiatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 tampak berbeda pagi itu. Deretan tenda putih berdiri rapi, sementara puluhan warga sudah antre sejak matahari belum terlalu tinggi. Mereka datang dengan berbagai latar belakang: ibu rumah tangga, pedagang, hingga lansia yang dengan sabar menunggu giliran. Tujuan mereka sederhana—memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh STIKES Arrahma Indonesia Mandiri.
Di meja pemeriksaan, tampak seorang lansia bernama Siti Aminah (62) tersenyum lega setelah tekanan darahnya diperiksa oleh mahasiswa keperawatan. “Alhamdulillah, biasanya saya harus ke puskesmas kalau pusing. Tapi di sini bisa langsung dicek, gratis pula,” ujarnya sambil memegang kertas hasil pemeriksaan. Baginya, kehadiran layanan ini adalah sebuah kemudahan yang jarang ditemui, apalagi di tengah keterbatasan akses kesehatan bagi masyarakat kecil.

Para mahasiswa dan dosen STIKES Arrahma Indonesia Mandiri terlihat sigap melayani. Ada yang memeriksa tekanan darah, ada pula yang memberikan edukasi mengenai pola makan sehat dan cara sederhana menjaga kebugaran tubuh. Suasana hangat tercipta, bukan sekadar hubungan antara tenaga medis dan pasien, tetapi lebih seperti keluarga yang saling peduli.
Gus Huda Selaku Ketua STIKES Arrahma Indonesia Mandiri menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari komitmen institusi pendidikan dalam mendukung ketahanan masyarakat. “Kesehatan adalah modal utama menghadapi bencana. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat akan lebih siap dan tangguh ketika risiko bencana datang,” jelasnya.

Tidak hanya sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menyisipkan pesan penting: pengurangan risiko bencana dimulai dari kesadaran menjaga diri sendiri. Edukasi mengenai pertolongan pertama, penanganan darurat, hingga pentingnya pola hidup sehat diberikan secara sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Bagi banyak warga, pelayanan ini bukan hanya soal kesehatan gratis, tetapi juga sebuah bentuk perhatian. Di tengah acara yang sarat dengan diskusi kebijakan dan pameran teknologi kebencanaan, STIKES Arrahma Indonesia Mandiri menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang membumi.
Sore itu, antrean mulai berkurang. Seorang bapak paruh baya menepuk bahu salah satu mahasiswa sambil berucap singkat, “Terima kasih, Nak. Semoga ilmunya bermanfaat.” Kalimat sederhana itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya diukur dari jumlah peserta atau besarnya panggung, melainkan dari senyum tulus yang lahir di wajah masyarakat.

Melalui keikutsertaan di Bulan PRB 2025, STIKES Arrahma Indonesia Mandiri telah menunjukkan bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya urusan teknis, melainkan juga tentang merawat manusia, satu per satu, dengan cara paling sederhana: menjaga kesehatan mereka.
Editor&publisher: mahmudi



