Tak Berkategori

Polemik Foto Wabup Solok Dispanduk, Foto Bupati Tidak Ada, Ini Klarifikasinya

Polemik foto Wabup Solok di acara kontes “Ayam kukuk Balenggek” di Alahan Panjang Resort, Minggu, 18 Mei 2025.

Selasa, 20 Mei 2025

Solok, Suaraindependent.id — Pemasangan foto Wakil Bupati Solok, H. Candra dispanduk tanpa berdampingan dengan Bupati Solok, Jon Firman Pandu diacara resmi “Kontes Ayam Kukuak Balenggek” menjadi polemik.

Keberadaan Ayam Kukuk Balenggek yang merupakan Icon Kabupaten Solok tersebut yang hampir punah, digeliatkan kembali melalui ivent yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, di Alahan Panjang Resort, Minggu, 18 Mei 2025.

Namun, ditengah kemeriahan kontes tersebut, timbul polemik di masyarakat Kabupaten Solok, pasalnya spanduk yang terpasang di acara tersebut hanya terpajang foto Wakil Bupati Solok.

Hal ini memancing berbagai persepsi dan opini ditengah tengah masyarakat, pro dan kontra mulai bermunculan.

Ada yang mengatakan itu tidak ada persoalan dan tidak masalah, hanya sebatas foto, faktanya, kedua pejabat tersebut akur dan tetap sejalan sesuai dengan taglinenya, “sejuk dan damai”.

Namun ada juga yang menyebutkan bahwa hubungan Bupati dan Wakil Bupati sudah mulai retak dan tak sejalan lagi.

spanduk ucapan selamat datang kepada Wabup Solok yang terpasang di luar lokasi acara

Menyikapi polemik tersebut, kepada media ini Wakil Bupati Solok, H. Candra menyatakan bahwa hubungan kami sebagai kepala daerah, baik-baik saja dan tidak ada persoalan.

“Kita pastikan, hubungan Bupati dan Wakil Bupati Solok baik-baik saja. Retak, Pecah, dan Tidak Sejalan, itu hanya persepsi mereka mereka yang ingin memecah belah”

Tagline “Sejuk dan Damai” itu akan berlaku sampai kapanpun. Ini bukan tentang sebuah semboyan atau slogan, tetapi ini tentang niat, komitmen dan pengabdian yang jelas untuk membangun Kabupaten Solok kedepannya.

Dijelaskan Wabup, disaat penyelenggara mengundang kita untuk membuka suatu acara ataupun ivent-ivent, kita selalu ingatkan penyelenggara untuk memasang foto Bupati dan Wakil Bupati Solok berdampingan.

pada kontes kemaren, kita juga sudah ingatkan panitia, ungkap H. Candra.

Dalam kasus ini, baiknya kita bijak memahami. Mungkin sebelumnya spanduk dengan latar foto Wabup sendirian itu sudah tercetak. Namun kemudian panitia mencetak ulang spanduknya dengan latar kedua foto kepala daerah yang berdampingan.

spanduk ucapan selamat datang kepada kepada peserta dengan background foto Bupati Solok dan Wabup Solok yang terpasang di dalam lokasi acara

“Kami tegaskan kembali, itu murni ketidak sengajaan dari panitia penyelenggara, mungkin juga karena ketidak tahuan mereka, bukan berarti mereka sengaja” terang H. Candra.

Sementara dari sumber lainnya menyebutkan bahwa, spanduk yang terpasang dengan background foto Wabup, itu adalah spanduk ucapan selamat datang, dan itu murni inisiatif panitia penyelenggara.

“Spanduk itu terpasang diluar, sementara dilokasi acara tetap terpasang spanduk yang ada foto Bupati dan Wakil Bupati Solok,” terangnya.

Kontes Ayam Kukek Balenggek yang dibuka oleh Wabup Solok tersebut bertujuan untuk menimbulkan kembali semangat dan motivasi dalam membudidayakan kembali Ayam Kukuek Balenggek.

“Ini bukan sekadar perlombaan ayam. Ini adalah cerita tentang jati diri. Tentang masyarakat yang mencintai budayanya, merawatnya, dan menanamkan makna dalam setiap derap langkahnya,” ujar H. Candra

Wabup menyebutkan, Ayam Kukuak Balenggek ini bukanlah hal baru di Solok. Ini adalah seni, tradisi, sekaligus rekreasi rakyat yang telah mengakar kuat.

“Dibalik suara kokok ayam yang unik dan gerak langkahnya yang khas, ada filosofi kehidupan yang dalam ketekunan, keberanian, dan kehormatan”

Kita ingin agar generasi muda tidak sekadar mewarisi, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur dari warisan budaya ini. Kita ingin agar dunia tahu, Solok punya cerita. Solok punya suara.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang merawat kebudayaannya. Dan hari ini, Solok menunjukkan bahwa ia tak hanya besar karena alamnya yang indah, tetapi juga karena jiwanya yang hangat dan budayanya yang berakar,” pungkas Candra. (billy@nsi-id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button