DAERAH

SMK Muhamadiyah 3 Mutia Gelar Smart Tren Ekologi Tanamkan Cinta Lingkungan dan Aksi Tanam Pohon Serentak 4 Maret

 

CIKAMPEK || Suaraindependentnews.id –  Di hari pertama masuk siswa sekolah di bulan Ramadan Kegiatan Pendidikan Pesantren Ramadan tingkat SMK tahun ini mengusung tema Pesantren Ekologi, sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Program tersebut menjadi langkah konkret untuk menanamkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di kalangan para pelajar.

Mengacu pada arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, tema ekologi dipilih sebagai respons atas meningkatnya bencana alam di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, termasuk banjir yang kerap melanda wilayah Cikampek, Purwasari, dan Dawuan.
SMK Muhamadiyah 3 menggelar Pendidikan Pesantren Ekologi

demikian disampaikan wakasek kesiswaan SMK muhammadiyah 3 ( Mutia ) Ma’ruf Hasan saat acara pembukaan Kegiatan pendidikan pesantren ekologi , Senin 23 Pebruari 2026

ia menjelaskan
Benang merahnya adalah menanamkan kesadaran, cinta, dan menjaga lingkungan. “kita melihat banyaknya bencana alam yang terjadi, khususnya di Jawa Barat. Maka dari itu, perlu langkah nyata di tingkat satuan pendidikan,” katanya

Tiga Materi Utama Pesantren Ekologi
Dalam pelaksanaannya, Pesantren Ekologi menghadirkan tiga materi pokok yang disampaikan kepada siswa kelas XI dan XII. Kegiatan diawali setiap hari dengan tadarus Al-Qur’an dan salat Dhuha berjamaah.

“Setiap hari kita awali dengan tadarus dan salat Dhuha berjamaah. Itu menjadi kegiatan wajib sebelum penyampaian materi,” ujarnya

Adapun tiga materi utama yang diberikan meliputi:

1. Peran manusia sebagai khalifah Allah dalam menjaga alam

2. Tadabur alam dan kesadaran menjaga lingkungan

3. Kajian ekologi sebagai bagian dari ibadah

ia menambahkan materi disampaikan secara terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, dengan durasi sekitar 30 hingga 45 menit setiap sesi. Kegiatan dimulai pagi hari dan berlangsung hingga waktu Zuhur, kemudian ditutup dengan salat berjamaah.di Mesjid SMK mutia

menurut nya tema ekologi dinilai relevan dengan kondisi wilayah Cikampek dan sekitarnya yang hampir setiap tahun terdampak banjir dimana -mana

ia bercerita bahkan, beberapa siswa diketahui menjadi korban banjir dalam beberapa bulan terakhir.

“Bukan tidak mungkin ada siswa di sini yang menjadi korban banjir, seperti yang terjadi di Dawuan beberapa waktu lalu. Nah, bagaimana dampaknya dan bagaimana cara penanggulangannya, itu yang harus kita tanamkan kepada anak-anak,” ungkap nya

Melalui pendekatan spiritual dan edukatif,inilah sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran nyata dalam menjaga lingkungan.

Sebagai puncak kegiatan, menurut rencana seluruh sekolah di Jawa Barat direncanakan melaksanakan aksi penanaman pohon secara serentak pada 4 Maret mendatang. Penanaman dilakukan di lingkungan sekolah masing – masing sebagai bagian dari upaya penghijauan.

“Nanti tahap akhirnya adalah aksi nyata, yaitu penanaman pohon secara serempak di seluruh Jawa Barat. Penanamannya di dalam lingkungan sekolah sebagai bentuk upaya penghijauan,” tutur nya

Meski tanggal pelaksanaan bisa menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah, semangat gerakan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan budaya di lingkungan pendidikan.

Dengan mengintegrasikan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan, Pesantren Ekologi Ramadan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang religius sekaligus peduli terhadap kelestarian alam .

Reporter : Asep Jaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button