Meresahkan, Anak Punk Vespa Extreme Digelandang Satpol-PP Kab Solok

Solok, Suaraindependent.id — Pasca digelarnya acara Kumpul Bareng Scooter Sumatera (KBSS) di Alahan Panjang, pada tanggal 29-31 Agustus 2025, gerombolan anak punk dengan Vespa Extremenya yang beratribut sampah mulai meresahkan warga disepanjang jalur yang dilewatinya.
Awalnya kehadiran ribuan pecinta motor tua sejenis Vespa tersebut disambut baik oleh masyarakat. Bahkan kehadiran mereka di kabupaten Solok membawa dampak yg signifikan terhadap perekonomian warga disepanjang jalur perjalanan mereka.
“Seluruh rumah makan, warung warung kopi, supermarket dan minyak eceran ludes terjual habis diborong oleh para peserta KBSS. Tidak itu saja, bengkel dan para penambal ban ikut menikmati pundi pundi rezeki, bahkan semua penginapan dan villa hingga rumah rumah warga terisi penuh di sewa oleh pecinta motor tua tersebut”
Diperkirakan lebih dari 17 ribu peserta dari berbagai daerah bahkan dari negeri jiran Malaysia ikut hadir memadati area Alahan Panjang Resort hari itu.

Pasca dari kumpul bareng tersebut, segerombolan anak Vespa extreme yang identik dengan atribut sampah mulai berulah. Disepanjang jalan dan di SPBU mereka nongkrong dan meminta minta, parahnya mereka sudah ada yang memaksa meminta kepada warga.
Menyikapi laporan tersebut, puluhan personil Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok yang dipimpin oleh Kasat Pol PP dan Damkar, Elafki yang diwakili oleh Kabid Linmas Kabupaten Solok, Jon Afnel diturunkan untuk menyapu bersih seluruh Vespa sampah tersebut.
Lebih dari 30 orang personel Pol PP diturunkan. Penertiban tersebut juga mengacu kepada penegakan Perda nomor 9 tahun 2019 tentang Ketentraman dan Ketertiban. Penertiban ini di fokuskan terhadap anak anak punk yang mangkal di SPBU Lubuk Selasih sampai ke depan SPBU Kotobaru, kecamatan Kubung, Kamis (4/9/2025).
“Anak-anak punk tersebut bergerombolan, satu Vespa sampah itu bisa muat 6 orang. Terpantau sejak tanggal 1 September 2025, puluhan kendaraan modifikasi tersebut bersileweran dijalan Nasional Solok-Padang, mereka berasal dari berbagai daerah, ada yang dari pulau Jawa, pulau Sulawesi dan beberapa daerah dari Sumatera Barat,” ungkap Elafki.
Secara persuasive, penertiban tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan etika dan norma serta welas asih. Petugas Satpol PP mengingatkan anak-anak Punk tersebut untuk segera melanjutkan perjalanan dan tidak bermukim di suatu lokasi, hingga dikhawatirkan akan menganggu arus lalu-lintas. Lebih dari itu, kehadiran mereka juga akan meresahkan masyarakat disekitar mereka mangkal.

Seperti halnya di SPBU Koto Baru. Personil mendapati mereka sedang mangkal dan meminta minta di lokasi SPBU. Didepannya terparkir sebuah kendaraan dalam kondisi mesin rusak.
Usai adanya kesepakatan, anak punk tersebut dibiarkan hingga sore hari untuk memperbaiki mesin vespanya yang rusak.
Kesepakatan lainnya, mereka anak punk tersebut akan meninggalkan lokasi selepas sore, apabila setelah melewati perjanjian tersebut, maka pihak satpol PP akan menindak tegas dan akan mengangkut semuanya.
“Kita memberi pengertian kepada mereka agar segera melanjutkan perjalanan dan tidak mangkal disuatu lokasi. Ini kita lakukan karena adanya pengaduan masyarakat yang merasa telah menganggu ketentraman,” ujar Elafki.
Atas kejadian yang meresahkan tersebut, Ketua Pelaksana Acara KBSS, Fernandez Chapunk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok.

“Mewakili seluruh panitia, kita dari panitia KBSS mengucapkan banyak maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu oleh acara yang kami gelar, terlebih lagi akibat ulahnya anak anak Vespa Extrem yang membuat resah sebagian masyarakat Kabupaten Solok”
Menurut Chapunk, jauh sebelum acara digelar, panitia sudah menyampaikan himbauan melalui akun medsos resmi KBSS bahwasanya vespa extrem yang beratribut sampahan tidak diperkenankan masuk ke lokasi acara, tegasnya.
Kita juga apresiasi kepada Satpol PP Kabupaten Solokyang telah melakukan penertiban kepada pihak pihak yang telah dianggap meresahkan ketertiban umum, ucap Chapunk.
Senada dengan itu, Armen Prawira salah seorang dedengkot pecinta motor tua jenis Vespa di Solok ini juga mengapresiasi langkah langkah yang di ambil oleh Satpol PP kabupaten Solok.
Ia juga turut membenarkan apa yang telah dilaporkan oleh warga. Kelakuan dari anak-anak punk dengan Vespa extrem tersebut sudah terindikasi adanya gangguan kamtibmas, apalagi mereka sudah termasuk kategori yang meresahkan dengan meminta minta di jalanan, bahkan sudah terindikasi juga adanya pemaksaan, terang Armen. (Billy)




