Tangis Pecah Saat Harapan Kembali: Bantuan Bentor dari Kasatlantas Tulungagung Bangkitkan Asa Korban Tabrak Lari

Tulungagung | Suaraindependentnews.id – Sejak malam nahas itu, hidupnya seakan berhenti. Tubuhnya mungkin mulai pulih dari luka akibat tabrak lari, tetapi beban pikiran jauh lebih berat.
Bentor yang selama ini menjadi satu-satunya sumber nafkah hancur di jalan. Di rumah, ada keluarga yang menunggu—anak dan istri yang menggantungkan harapan pada roda yang kini tak lagi berputar.
Hari-hari setelah kejadian dilalui dengan kecemasan. Tidak ada penghasilan. Tidak ada kepastian. Yang ada hanya pertanyaan tentang esok hari.

Di tengah situasi itulah, kepedulian hadir. Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H., menyerahkan bantuan berupa satu unit bentor kepada korban. Momen penyerahan itu bukan sekadar simbolis. Saat kunci kendaraan berpindah tangan, air mata tak terbendung.
Bagi korban, bantuan itu bukan hanya alat kerja—melainkan napas baru untuk keluarganya. Ia kembali memiliki cara untuk pulang membawa rezeki.

“Kami memahami betul bahwa bentor ini adalah sumber kehidupan bagi beliau dan keluarganya. Kami berharap bantuan ini bisa menjadi awal untuk bangkit kembali,” ujar AKP M. Taufik Nabila dengan nada penuh empati.
Ia juga memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku tabrak lari tidak berhenti.
“Kasus ini tetap kami tangani secara serius. Korban berhak mendapatkan keadilan, dan kami berkomitmen mengungkap pelakunya,” tegasnya.
Di balik seragam dan tugas penegakan hukum, ada sisi kemanusiaan yang hadir. Bantuan itu mungkin tidak mampu menghapus trauma malam kelam tersebut, tetapi ia menghidupkan kembali harapan yang hampir padam.
Di jalan raya yang keras dan tak selalu ramah, hari itu menjadi bukti bahwa empati masih ada. Dan bagi satu keluarga kecil di Tulungagung, roda kehidupan akhirnya kembali berputar.
Editor&publisher: mahmudi




