Bencana NasionalDAERAHPERTANIAN

Tertinggi di Sumbar, Sawah Rusak di Kabupaten Solok Mencapai 2272 Ha

Rehabilitasi Sawah Rusak Pascabencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat oleh Menteri Pertanian RI 

Kab Solok, Suaraindependent.id – Pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Sumatera Barat meluluhlantakkan area pertanian masyarakat. Tercatat yang paling tinggi dan paling terparah terdampak adalah area persawahan di wilayah Kabupaten Solok. 

Menyikapi hal tersebut, pemerintah pusat segera melakukan rehabilitasi lahan sawah pascabencana di seluruh Sumatera Barat. Program tersebut ditandai dengan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana se- Sumatera yang dilakukan serentak oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara daring dari Lhokseumawe Aceh, Kamis (15/01/2026).

Untuk wilayah Sumatera Barat, kegiatan groundbreaking dipusatkan di Jorong Munggu Tanah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Program ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana alam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Prof. Dr. Ir. Sam Herodian, Direktur Irigasi Pertanian Dhani Gartina, S.Kom., M.T., Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Polbangtan Malang Dr. Ir. Setua Budi Udrayana.

Turut hadir Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wakil Bupati Solok H. Candra, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Pangdam I/Bukit Barisan, unsur Forkopimda, serta OPD terkait baik dari Provinsi Sumbar dan Kabupaten Solok.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemulihan sektor pertanian pascabencana merupakan tanggung jawab negara.

Ini tanggung jawab kami sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” tegas Mentan Amran.

Ia menyebutkan, kerusakan lahan pertanian berpotensi menimbulkan gagal panen skala besar, yang dapat mengancam ketersediaan pangan lokal, bahkan berdampak pada stabilitas harga pangan secara lebih luas.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementan Dhani Gartina memaparkan, luas lahan optimalisasi (OPLAH) di Provinsi Sumatera Barat mencapai 2.802 hektare yang tergolong rusak ringan. Khusus Kabupaten Solok, luas lahan sawah terdampak mencapai 1.247 hektare.

Intervensi yang dilakukan meliputi optimalisasi lahan (OPLAH), pembangunan bangunan konservasi seperti dam parit, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT),” ujar Dhani.

Ia menargetkan seluruh proses rehabilitasi hingga penanaman rampung paling lambat pada minggu kedua Februari 2026. Setiap lahan yang telah selesai direhabilitasi akan langsung ditanami.

Selain groundbreaking, kegiatan juga dirangkai dengan penanaman perdana di lahan sawah yang telah direhabilitasi.

Staf Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Sam Herodian mengatakan, seluruh petani yang lahannya terdampak di Kabupaten Solok akan mendapatkan bantuan.

Bantuan yang diberikan meliputi biaya pengolahan lahan, benih, pupuk, alsintan, hingga sarana pendukung lainnya,” kata Sam Herodian.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menegaskan, seluruh lahan sawah terdampak bencana di Kabupaten Solok, maupun kabupaten lain di Sumatera Barat, akan direhabilitasi oleh Kementerian Pertanian agar dapat kembali berproduksi.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada petani terdampak berupa biaya olah lahan sebesar Rp. 900 ribu per hektare, bantuan benih, pupuk, serta fungisida.

Bantuan diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Sam Herodian bersama Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi dan Wakil Bupati Solok H. Candra.

Mewakili Bupati, Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, atas respons cepat dalam penanganan lahan sawah terdampak bencana.

Dengan bantuan ini, kami berharap lahan sawah yang terdampak bisa segera ditanami kembali. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya,” ujar Wabup Candra.

Diketahui total kerusakan lahan persawahan di provinsi Sumatera Barat seluas 6451 ha dengan perincian, rusak ringan 2802 ha, rusak sedang 822 ha, rusak berat 3827 ha.

Sementara kerusakan lahan persawahan di Kabupaten Solok dengan perinciannya adalah rusak ringan 2247 ha, rusak sedang 249 ha, rusak berat 876 ha, dengan total keseluruhan 2272 ha.

Diketahui saat ini untuk kegiatan OPLA dan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Sumatera Barat time line untuk tahap 1 adalah kategori rusak ringan dimulai Januari hingga Februari 2026. (Billy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button