Tak Berkategori

Trotoar Di Medan Tak Nyaman 

MEDAN, SUARA INDEPENDENTNEWS.ID

Medan sebagai Kota Besar tak bisa melepaskan diri dari tersedianya fasilitas umum yang memadai sebab fasilitas tersebut akan menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mengejawantahkan pembangunan yang berkesinambungan dan berkeadilan bagi masyarakat. Kamis (13/03/2025).

Salah satunya adalah Perda Kota Medan Tahun 2022 Tentang Zonasi Aktivitas Pedagang Kaki Lima dan Pelarangan Penggunaan Trotoar.

Pajak tetap kita bayar namun fasilitas umum yang tersedia tidak memadai, ujar RR warga Medan dengan nada kesal kepada kru media Suara Independentnnews.id pada hari Rabu,13 Maret 2025.

“Kalau nggak percaya, cobalah berjalan kaki di Kota Medan ini. Kalau nggak hati-hati bisa mendapatkan malapetaka.

Trotoarnya sepertinya sengaja dibiarkan terbuka agar bisa dimanfaatkan untuk berdagang. Ada saja yang diletakkan di atas trotoar seperti; meja jualan, steling, kursi, drum, baliho, plank merek, bak tempel ban, parkiran kenderaan,pot bunga,pupuk,ban mobil,mesin-mesin, jadi pos ceking ojek atau mobil penumpang hingga kayu larangan melintas. Trotoar ini macam punya mereka. Naluri kemanusiaannya sudah rendah sekali !

Gimana perasaan anda yang pejalan kaki ? Tidak nyaman, kan ?”,tambahnya.

Awak media Suara Independentnnews.id mencoba menggali informasi kepada MM (45 thn) tukang tempel ban berkata,”Macam manalah, Bang, aku tak sanggup bayar sewa kios, terpaksalah aku di atas trotoar ini”,ujarnya dengan santai dan tak merasa bersalah.

Sebaliknya,TR (50 Thn) pengusaha elektronik berkata,”Dagangan saya itu saya letakkan disitu kan sementara saja. ntar ada Satpol PP akan saya pindahkan”, katanya dengan nada tidak menyenangkan.

Inilah alasan yang yang dilontarkan para penguasa trotoar di Medan tanpa rasa khawatir dan muka tak berdosa.

Awak media mencoba menghubungi Kabid Tibum Satpol PP Medan di kantornya Jl.Arif Lubis namun tidak berhasil karena piket yang berjaga tidak mengizinkan bertemu dengan alasan tidak ada agenda.

Selaku wartawan tentu hanya senyum saja mendengar respon piket yang sedang berjaga ini. Sepertinya mereka masi alergi sama wartawan,ya, padahal sekarang sudah zamannya digital dan era transparansi”,gerutu teman di samping saya. (TMR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button