AgamaDAERAH

Wabup Solok Ajak ASN Jaga Kesucian Hati di Bulan Ramadhan

Kab Solok, Suaraindependent.id— Dalam bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Solok diingatkan untuk menjaga kesucian hati sebagai fondasi kebahagiaan dunia dan akhirat. Pesan itu mengemuka dalam wirid mingguan yang digelar di Mushalla Al Izzah, Komplek Kantor Bupati Solok, Arosuka, Jumat (27/2/2026).

Penceramah, Ustadz Khairil Anwar, MA dari MUI Tanah Datar, menekankan bahwa hati merupakan pusat kendali kehidupan manusia. “Hati menyimpan segala rasa dan sifat. Kebahagiaan di dunia dan akhirat ditentukan oleh bagaimana cara kita mengelola hati,” ujarnya.

Ia mengibaratkan hati dalam empat bentuk. Pertama, hati seperti brankas, yakni tempat menyimpan segala yang baik. Kedua, hati seperti kulkas, yang menerima kebaikan namun mengeluarkannya dalam bentuk keburukan.

Ketiga, hati seperti tong sampah, yang menerima segala hal tanpa seleksi, baik maupun buruk. Keempat, hati seperti septik tank, tempat menampung hal-hal yang serba busuk.

Menurut Khairil, mengelola hati menjadi kunci utama agar manusia tidak terjerumus dalam penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong. “Hati yang tertutup akan membuat pendengaran dan penglihatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Karena itu, pembersih hati, terutama di bulan puasa, adalah zikir, membaca Al Quran, dan memperbanyak ibadah,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hati yang pandai bersyukur. Tanpa syukur, seseorang mudah terjebak dalam kegelisahan, meski secara lahiriah berkecukupan.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, dalam arahannya berharap seluruh ASN senantiasa menjaga hati agar tetap terikat dalam ketaatan kepada Allah. Ia mengingatkan pentingnya menjauhi penyakit hati yang dapat merusak integritas pribadi maupun kinerja sebagai pelayan publik.

“Marilah kita maksimalkan Ramadhan sebagai ladang amal shaleh. Setelah Ramadhan berlalu, amal itu hendaknya menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Candra.

Menurut dia, ketakwaan tidak lahir secara instan, melainkan melalui konsistensi dalam menjalankan amal shaleh. Ketakwaan, lanjutnya, akan membentuk pribadi yang berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Wirid Jumat tersebut diikuti para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh ASN yang berkantor di Arosuka. Pada waktu bersamaan, ASN yang bertugas di Koto Baru, Kecamatan Kubung, mengikuti ceramah di Masjid Agung Darussalam dengan penceramah Ustadz Drs. H. Ardi Yulia dari MUI Kabupaten Solok.

Kegiatan keagamaan rutin ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat pembinaan mental dan spiritual aparatur, terutama menjelang Ramadhan, agar nilai-nilai integritas dan pelayanan publik berjalan seiring dengan penguatan iman dan takwa. (Billy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button