NASIONAL

Diduga Menu MBG Tak Sesuai Anggaran, Dapur MBG Yayasan Al-Kautsar dan Camat Angsana Bungkam

Pandeglang  || Suaraindependentnews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Dapur MBG Yayasan Al-Kautsar beralamat di Kampung Angsana, Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah media online memberitakan dugaan menu makanan yang disajikan kepada siswa SDN Padamulya 1 tidak sesuai dengan besaran anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang wali murid mengeluhkan porsi dan kualitas menu yang diterima anaknya. Ia menyebutkan bahwa menu yang didapat anaknya hanya berupa satu porsi nasi, satu butir telur, sekitar 14 irisan ureg kacang buncis, empat butir anggur, serta satu irisan tahu.

“Kalau melihat anggaran yang digelontorkan pemerintah, menu yang diterima anak-anak kami jauh dari kata layak,” ungkap wali siswa tersebut dengan nada kecewa.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala SPPG Yayasan Al-Kautsar saat dikonfirmasi awak media hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp, “Wa’alaikum salam, siap pak,” tanpa penjelasan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Yayasan Al-Kautsar tidak memberikan klarifikasi lanjutan terkait dugaan tersebut.

Tak hanya itu, Camat Angsana juga terkesan bungkam dan sulit dihubungi wartawan, sehingga menambah tanda tanya besar atas persoalan ini.

Sikap tertutup tersebut menuai reaksi keras dari Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) dan Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Pandeglang.

Ketua LIN Pandeglang, A. Umaedi, menilai Camat Angsana bersikap alergi terhadap wartawan. Ia menduga adanya upaya pembiaran atas persoalan yang tengah mencuat di tengah masyarakat.

“Kami menduga Camat Angsana tutup mata dan tutup mulut terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi. Seharusnya camat hadir dan menjelaskan kepada publik, bukan malah menghindar,” tegas Umaedi.

Senada dengan itu, Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan.

“Kami mendesak pihak terkait, baik SPPG Yayasan Al-Kautsar maupun Camat Angsana, untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Program MBG adalah program strategis nasional yang menyangkut hak gizi anak-anak, bukan untuk dijadikan ladang kepentingan tertentu,” tegas Raeynold.

Ia menambahkan, jika tidak ada itikad baik dan transparansi dari pihak-pihak terkait, GWI bersama LIN tidak menutup kemungkinan akan melaporkan dugaan tersebut ke instansi yang berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dapur MBG Yayasan Al-Kautsar dan Camat Angsana masih belum memberikan tanggapan resmi.”(Team/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button