Tak Berkategori

Kuwu Agus Syamsah, S.Sos.: Program Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ayam Petelur Tingkatkan Perekonomian Masyarakat


Cirebon, suaraindependentnews.id – Pemerintah Desa Panongan Lor Kecamatan Sedong telah merealisasikan Program Ketahanan Pangan dengan mengembangkan budidaya ayam petelur di tahun 2025. Program ini sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian pangan desa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Panongan Lor, Agus Syamsah, S.Sos. menuturkan, program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menciptakan desa yang mandiri secara pangan dan berdaya secara ekonomi.

“Pengelolaan ketahanan pangan ini difokuskan pada BUMDes, sehingga pengelolaannya lebih terstruktur serta dapat memberikan hasil yang maksimal dan dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat desa,” ungkap Agus Syamsah, S.Sos. yang lebih dikenal juga dengan panggilan Agusyam. Jumat (08/11/2025).

Agusyam menuturkan, sebagai tahap awal, budidaya ayam petelur itu berlokasi di dusun Munjulnangka Dusun IV dengan total populasi ayam mencapai 500 ekor.

Kandang dirancang secara khusus dengan rasio dua ayam per unit untuk menjaga efisiensi ruang dan produktivitas telur. Selain ayam petelor juga budidaya ikan lele sebanyak 3000 ekor dan ikan tawar, tambah Agusyam.

“Program ini bukan hanya soal produksi telur, tapi juga pemberdayaan warga. Semua proses melibatkan masyarakat, dan jika berhasil, akan kami replikasi di titik lain tahun depan,” jelasnya.

Dari sisi ketahanan pangan, budidaya ayam petelur ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 17 kg per hari dan terus bertambah. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, telur-telur tersebut juga akan dipasarkan melalui jaringan distribusi desa, mendukung ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau.

“Dengan hitungan yang matang dan keterlibatan masyarakat, kami ingin program ini menjadi model yang dapat direplikasi. Jika berhasil, tahun depan kami siapkan lokasi baru agar lebih banyak warga yang terlibat,” tegasnya.

Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan efisiensi tersebut, diharapkan budidaya ayam petelur ini dapat menjadi memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling dasar serta mendorong roda perekonomian desa agar lebih meningkat kedepannya, pungkas Agusyam yang juga Ketua FKKC Sedong. (Kabiro)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button