Gelar Wisuda Tahfiz, Trio Karno Vivo Sebut Pentingnya Penerapan Agama Sejak Dini

Solok, Suaraindependent.id — Minangkabau yang identik dengan “Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS SBK)” yang dideskripsikan bahwa adat Minangkabau harus “bersendikan” kepada syariat Islam, yang pada gilirannya didasarkan pada Al-Quran dan Sunnah.
ABS SBK adalah aforisme terkait pengamalan adat dan Islam dalam masyarakat Minangkabau. Namun seiring perkembangan zaman, hal itu perlahan mulai terkikis.
Tak bisa dipungkiri, perkembangan digitalisasi yang demikian pesatnya sangat mempengaruhi jiwa dan mental masyarakat.
Untuk mengembalikan itu semua dengan kembali menggeliatkan ABS SBK tersebut, perlu kiranya pelajaran agama diterapkan pada anak anak sejak usia dini, baik itu dirumah, maupun di sekolah sekolah.
Seperti halnya disekolah SDN 13 Kapuah Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Ditengah perkembangan teknologi dan digitalisasi, penerapan dan pelajaran agama tetap berjalan walau tanpa dukungan dari guru agama sekalipun.
Hal itu dibuktikan dengan digelarnya wisuda tahfis angkatan ke ll, pada Selasa (25/02), yang merupakan agenda tahunan sekolah SDN 13, dibawah pimpinan Devi, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SDN 13.

Hadir dalam kegiatan wisuda tahfis tersebut, Ny. Kurnia Jon Firman Pandu, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Trio Karno Vivo, anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar, Forkopincam, Yongkerman, S.Pd, Korwil Kecamatan X Koto Singkarak, Komite Sekolah, Rizal Fichri, Walinagari, serta wali murid.
Trio Karno Vivo dalam sambutannya menyebutkan pentingnya menerapkan pelajaran agama sejak usia dini. Hal itu bisa dimulai dari PAUD, TK, SD, dan terus berlanjut hingga ke tingkat SMP dan SMA, jangan terputus.
“Saya sangat meapresisasi kegiatan ini. Kita berharap agar seluruh SD yang ada di Kabupaten Solok bisa seperti SDN 13 ini juga”
Disebutkan Trio Karno Vivo, pembekalan nilai agama sejak dini akan memberikan efek Preventif untuk anak anak dalam menghadapi masa depan.
“Kita tidak bisa meramalkan akan seperti apa perkembangan dunia digitalisasi kedepan, semua informasi bisa diakses dengan mudah, tentu saja hal-hal negatif pun bisa terakses. Disini juga dibutuhkan pantauan orang tua” ungkapnya. (billy@nsi-id)




