Encek Taufik Kritik Keras Kebijakan Kepala Desa Beribadat: Terhadap Pengelolaan Tambak Udang Vannamei

Lingga | suaraindependentnews.id – Kepulauan Riau,Kepri, – Selaku tokoh masyarakat, Encek Taufik Kritik keras mengenai pengelolaan tambak udang Vaname di Duga ada penyimpangan dalam pengelolaan Anggaran Bumdes, Di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu 5 Maret 2025
Pria yang akrab disapa encek Taufik ini, menyampaikan, ada ketidak beresan terkait dengan pengelola tambak udang Vannamei milik BUMDES desa berindat yang kini di kelola oleh masyarakat dalam 2 kelompok tambak udang dengan anggaran ratusan juta
“menjadi tanda tanya warga dan juga khusus nya saya pribadi selaku warga setempat. Jika benar ada keterlibatan pihak ketiga yang tidak sesuai dengan aturan, ini bisa menjadi permasalahan serius terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa.
Lanjut, pria yang akrab di sapa encek, yang merupakan Humas Melayu Raya kabupaten lingga, menyampaikan kepada media ini, terkait pengelolaan tambak udang Vannamei tersebut ada keterlibatan orang ketiga yang merupakan seorang pengusaha
“yang juga ikut adil memasukkan bibit udang Vaname sebanyak 130 ribu ekor dalam satu kolam/satu tambak, sementara tambak milik BUMDES ada 2 tambak yang di kelola oleh masyarakat dengan terbentuknya 2 kelompok, berati jumlah udang Vannamei yang di masuki oleh pengusaha tersebut sebanyak 260 ribu ekor, dan milik BUMDES hanya sebanyak 140 ribu ekor dalam jumlah 2 tambak tersebut.
Dengan adanya kejadian seperti ini kuat dugaan saya menilai ada unsur permainan anggaran dalam pengelolaan keuangan tersebut. Terkait adanya pemasukan bibit udang dari pihak orang ketiga saya yakin hal tersebut tidak di ketahui oleh ketua BUMDES, apalagi saye dengar ketua BUMDES akan mengundurkan diri info yang saya dapat dari orang tua nya tersebut.
Lanjut encek Taufik, saya berharap kepada camat singkep pesisir untuk segera mengantikan pendamping desa berindat, guna untuk menjaga keselamatan di desa kami, agar kedepannya Kepala desa berindat tidak ada lagi tersandung kasus korupsi
“karena di setiap pekerjaan desa tersebut tidak luput dari kinerja pengawas desa. Dan bukan hanya disisi tambak udang aja, masih banyak lagi dari hal – hal yang lain yang selalu merubah program kerja yang di usulkan masyarakat.
Untuk itu saya berharap kepada Kejati tanjung pinang agar dapat turun lansung kelapangan guna untuk mengaudit laporan keuangan pemerintah Desa Beribadat. Terhadap kejaksaan negeri lingga ini selain dari masyarakat lingga, saya pribadi sudah tidak mempercayai atas kinerja kejaksaan negeri lingga.
Dengan rasa hormat saya kepada camat singkep pesisir yaitu bapak Saman agar segera mengganti kan pendamping desa berindat, guna untuk kenyamanan masyarakat dan juga desa kami. Tutupnya
(Tim/Red)




