Berburu Harta Rampasan Perang, KONI Kab Solok Buka Peluang Bagi Semua Kalangan
Mevrizal, SH,. MH ; Tidak Ada Batasan Sebagai Ketua KONI, Itu Berlaku di Seluruh Indonesia

Solok, Suaraindependent.id— Pasca Ketua Caretaker KONI Kabupaten Solok, Mevrizal, SH,. MH sebut ASN dan Anggota DPRD boleh mencalonkan diri sebagai Ketua KONI, tokoh tokoh olahraga dari berbagai aliran mulai berburu peluang.
Diketahui, semasa Kabupaten Solok dipimpin oleh Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu, lebih kurang 4 tahun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok mengalami mati suri atau vakum.
Seakan enggan mengurus olahraga, KONI dibiarkan berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari pemerintah daerah. Hal itupun juga di alami oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Solok.
Berbeda dengan lembaga lainnya, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Solok Nan Indah Kabupaten Solok, semuanya mendapat tempat di hati pemerintah daerah.
Dengan terpilihnya Bupati baru pada pergelaran Pemilukada Kabupaten Solok kemaren, masyarakat seakan mendapatkan angin segar. Muncul dari berbagai kalangan, dan mulai berburu organisasi dan lembaga yang berada dibawah naungan pemerintah daerah.
Menanggapi fenomena yang ada, muncul beragam pertanyaan. Apakah organisasi dan lembaga lembaga tersebut merupakan bahagian dari harta rampasan perang yang perlu diperebutkan usai Bupati terpilih?
Perlu diketahui, KONI, KNPI, Perumda, Perusda, BAZNAS dan lain sebagainya yang notabene berada dibawah naungan pemerintah daerah bukanlah sebuah harta rampasan perang, dan bukan pula sebagai ajang bagi-bagi posisi dan lahan mata pencaharian.
Namun faktanya, semua itu benar benar sudah menjadi inceran dan sangat diburu banyak pihak, bahkan di awal awal masa transisi kekuasaan, dengan dalih mengatas namakan balas jasa.
Mevrizal, SH, MH, Ketua Caretaker KONI Kabupaten Solok saat dijumpai oleh media Suaraindependent.id mengungkapkan nama nama kandidat yang muncul dan akan bertarung dalam kompetisi perebutan kekuasaan KONI Kabupaten Solok.
Ia menyebutkan, bahwa calon calon Ketua KONI tersebut ada yang berasal dari Ketua Cabang Olahraga (Cabor), penggiat olahraga, atlit, akademisi, ASN dan Anggota DPRD.
“Ada 15 kandidat yang akan ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI Kabupaten Solok periode 2025-2029. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian tinggi terhadap dunia olahraga, dan merupakan sinyal positif untuk kemajuan olahraga prestasi di Kabupaten Solok,” sebut Mevrizal.
Ketua Caretaker juga menyebutkan, saat ini undang undang olahraga tidak lagi membatasi jabatan Ketua KONI. Siapa saja boleh ikut sepanjang memenuhi syarat.
“Mau itu ASN, Anggota DPRD, Kepala Dinas, Sekda, ataupun itu insan olahraga, sepanjang ia mempunyai kemampuan managerial untuk memeneq organisasi, memajukan olahraga, tidak dibatasi siapapun orangnya, dan itu berlaku di seluruh Indonesia”
Walaupun demikian, ungkap Mevrizal. Yang akan memilih Ketua KONI tersebut adalah para Cabor, bukan pihak-pihak lain, apalagi pemerintah daerah. Meskipun, dalam menjalankan organisasi, KONI perlu bersinergi dengan pemerintah. Namun ia berharap jangan sampai ada paksaan atau intimidasi untuk memilih kandidat tertentu.
Terkait persyaratan sesuai syarat baku di AD/ART, calon Ketua KONI harus mengantongi dukungan minimal 30 % dari jumlah Cabor yang aktif. Dari 38 Cabor di Kabupaten Solok, minimal kandidat harus didukung oleh 12 Cabor.
Selain itu, kita dari Caretaker juga memberikan syarat tambahan, walaupun seyogyanya yang memutuskan itu tetap kita bersama.
“Syarat lainnya yaitu Calon Ketua KONI itu wajib memiliki SKCK dan bebas pidana dari Pengadilan Negeri, Surat Keterangan Kesehatan dan Surat Keterangan bebas Narkoba atau General Check Up,” terang Mevrizal.
Kita mengharapkan KONI Kabupaten Solok ini betul betul mewakili dari Cabor Cabor yang ada, bahwa wajah olahraga Kabupaten Solok ini memang dipimpin oleh seorang patriot olahraga yang akan mengembangkan olahraga sampai 2029 nanti. Dengan dukungan dari semua pihak, kita yakin kabupaten Solok akan mampu bangkit dan kembali mencetak atlet berprestasi seperti tahun tahun sebelumnya, tutup Mevrizal.
4 Kandidat terkuat Ketua KONI Kabupaten Solok saat ini ;

1. Aria Tiawardhana, S.Hum. Putra Nagari Selayo Kecamatan Kubung, lulusan Universitas Bung Hatta. Ia merupakan mantan Atlit Kempo Kabupaten Solok. Pengalaman Olahraga ; Tahun 1996, Atlit KEMPO Propov Sumbar di Pasaman (Mendali Emas), Tahun 2000, Atlit KEMPO Propov Sumbar di Payakumbuh (Mendali Emas), Tahun 2002, Atlit KEMPO Propov Sumbar di Kabupaten Pesisir Selatan (Mendali Emas), Tahun 2004, Atlit KEMPO Propov Sumbar di Kabupaten Solok (Mendali Emas), Tahun 2009, Atlit KEMPO Propov Sumbar di Kota Sawah Lunto (Mendali Emas), Tahun 2010, Pelatih POPNAS Sumbar, Tahun 2011, Pelatih Kejurnas Bogor, Tahun 2012, Pelatih Kejurnas Tanggerang, dan Tahun 2014-sekarang menjabat sebagai Ketua PERKEMI Kabupaten Solok.

2. Jerzi Pafiliusco, S.pd. Putra Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung. Pengalaman Organisasi, yakni ; Exco Futsal lisensi kepelatihan futsal AFC, Sekretaris HIPMI Kabupaten Solok, Bendahara Gakraf Kabupaten Solok, Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Solok.

3. Hafni Hafiz, A.Md. Putra Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti. Saat ini menjabat sebagai Ketua FORKI Kabupaten Solok, Sekretaris DPC Partai Gerindra, Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2024-2029 Fraksi Gerindra.

4. Trio Karno Vivo. Putra Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak. Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua ASKAB Solok, Ketua AMPG Kabupaten Solok, Ketua Pokdarwis Koto Sani, Ketua PAC Pemuda Pancasila X Koto Singkarak, Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2024-2029 Fraksi Golkar.
Sebelumnya turut mencuat nama nama calon Ketua KONI lainnya, seperti ; Bustaman, S.Pd, Armen Prawira, Yulhardinis Edi Lapuk, Hendri Dunant, Syamsul Azwar, Doni Zulkifli, Fadlul Efendi, Fauzi Wirman, Rico Fernanda, Ahmad Rius, dan Ismul Putra. (Billy@nsi-id)
Sumber ; Caretaker KONI Kabupaten Solok tahun 2025




