DAERAH

Coffee Morning, Refleksi Setahun Kepemimpinan JFP-Candra

Bupati Solok Jon Firman Pandu dihadapan awak media paparkan capaian pembangunan Kabupaten Solok satu tahun kepemimpinannya

Solok, Suaraindependent.id –Hampir satu tahun kepemimpinan Bupati Solok dan Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu-H. Candra, segudang prestasi dan capaian yang telah dihasilkan selama memimpin Kabupaten Solok.

Refleksi duo kepemimpinan tersebut dipaparkan Jon Firman Pandu dihadapan Wartawan cetak dan elektronik saat digelarnya Coffie Morning oleh Pemkab Solok di Aula Kantin Perkantoran Bupati Solok Arosuka, Kamis (23/10).

Sebagai mitranya Pemkab Solok, Pers merupakan salah satu pilar pembangunan di Kabupaten Solok ini ungkap Bupati Solok, Jon Firman Pandu saat membuka acara coffe morning bersama insan pers.

Ia menyebut Solok itu punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun belum terkelola dengan baik. Tentu kami pemerintah daerah akan serius bekerja bagaimana seluruh potensi-potensi itu bisa tergarap dan menjadi nilai tambah bagi daerah kita dan untuk seluruh masyarakat, ucapnya.

Hadir bersama Bupati Solok, Ketua Pengadilan Negeri Solok, Sekda Medison, Asissten, Staf Ahli, Kadis PUPR, Kadis Dikpora, Kepala DLH, Kadis Kominfo, dan jajaran OPD Pemkab Solok lainnya.

Bupati berharap kepada seluruh SKPD untuk terus berjuang ditengah tengah keterbatasan dan efisiensi ini untuk terus  menjalankan program-program pelayanan masyarakat di Kabupaten Solok.

Namun dalam keterbatasan itu, pelayanan prima terhadap masyarakat tetap menjadi program utama kita.

Salah satunya adalah program MBG. Untuk di Kabupaten Solok sendiri, kita sudah memiliki lima dapur yang profesional. Dalam kesempatan ini ada dua SPPG yang akan kita serahkan Certifikat Hygienis, layak higienis sanitasi dari Dinas Kesehatan kabupaten Solok, sebut JFP.

Sekda Kabupaten Solok, Medison apresiasi peran pers dalam pembangunan Kabupaten Solok

“Untuk SPPG yang bermasalah, kita tidak akan mentolerir, tutup saja”

Kita tidak ingin anak-anak kita ada masalah ke depan. Standarnya sudah jelas, baik standar terhadap lingkungan, maupun standar pengelolaan makanan dan pengolahan limbahnya, harus terkelola dengan baik.

Terkait dengan revitalisasi sekolah di Kabupaten Solok, itu juga sudah berjalan. Dari 400 sekolah, 18 sekolah sudah dibangun, dan harus selesai sampai akhir tahun ini.

Bupati juga menyebutkan bahwa Presiden sudah menghimbau para kepala sekolah agar menyurati Presiden langsung untuk meminta dibangunkan fasilitas sekolahnya.

Terkait dengan sekolah Rakyat, saat ini kita sudah menjadi sekolah rintisan. Diawali oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, rintisan itu sudah dimulai dan insyaallah dalam proses.

Masuk dalam prioritas, Kabupaten Solok menyiapkan sekitar 7 hektar untuk sekolah rakyat, dengan nilai yang cukup fantastis, sekitar Rp. 240 Milyar untuk pembangunan gedung sekolah rakyat.

Kita juga akan bangun fasilitas pendukung lainnya seperti lapangan bola. Saat ini detail fisik pembangunan sekolah rakyat sudah berjalan dan menunggu finalisasi sekitar Rp. 62 miliar. Detail non fisik sudah ada Rp. 242 miliar, mudah-mudahan selesai pada akhir tahun 2025 ini, terang Bupati Solok. (billy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button