Tak Berkategori

“KAMI MUAAAK!!!,” Sebaris Kata Cinta Dari OTK Untuk Wartawan Solok

Konspirasi di Kabupaten Solok, OTK Yang Diduga Orda Diburu Banyak Wartawan

Solok, Suaraindependent.id — Ingin menciptakan konflik antara Bupati Solok, Jon Firman Pandu (JFP) dan Wakil Bupati Solok, H. Candra dengan Wartawan Solok, OTK atas nama “Tim Penjaga Cinta Sejuk dan Damai” kirim surat terbuka ke oknum wartawan bodrek yang beraktifitas di Kabupaten dan Kota Solok.

Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut diduga kuat adalah orang dalam (Orda) yang sengaja ingin menciptakan kisruh pada pemerintahan daerah Kabupaten Solok yang baru baru ini dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Surat Terbuka untuk Oknum Wartawan BODREK di Kabupaten Solok dan Kota Solok. KAMI MUAAAK!!! Tertanda, Tim Cinta Sejuk dan Damai Pembasmi Bodrek,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp dengan nomor +62878****8302 ke sejumlah wartawan Kabupaten dan Kota Solok.

Dengan mengatas namakan “tim penjaga cinta sejuk dan damai,” ada semacam konspirasi yang disengajakan, seolah olah yang membuat surat terbuka untuk wartawan bodrek tersebut adalah tim dan orang orang lingkaran Jon Firman Pandu-Candra yang memiliki tagline “Sejuk dan Damai”

Pasca bergantinya rezim kekuasaan, fenomena di lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Solok juga mengalami perubahan. Para OPD dan SKPD mulai berhati hati dalam mengambil kebijakan. Ada rasa ketakuatan, ada juga yang pasrah.

Dibalik fenomena tersebut, ada juga yang mencoba manuver untuk menyelamatkan kelangsungan hidup dan jabatannya 5 tahun kedepan.

Memasuki masa transisi yang waktunya sangat singkat itu, kesempatan tersebut dipergunakan untuk masuk ke lingkaran penguasa dan mencoba mengotak atik sistem yang sedang mengalami perbaikan.

surat terbuka dari OTK untuk oknum wartawan bodrek di Kabupaten dan Kota Solok

Namun ada yang salah dalam manuvernya, dengan modus menyelamatkan program kepala daerah JFP-Candra yang ingin menciptakan daerah yang kondusif, tetapi malah membenturkan kepala daerah dengan wartawan.

Terlihat ada indikasi disini ingin memecah belah bahkan ingin menghancurkan sistiem pemerintahan yang baru dari dalam.

“Kami juga mengingatkan jangan sampai ada penggunaan fasilitas negara, uang negara yang bukan orang yang ada peraturan, THL/honorer/P3K/PNS atau orang yang tercatat dalam aturan yang ada,” sambung OTK tersebut dalam tulisannya.

OTK tidak menyadari, rekam jejaknya sudah di kantongi oleh para wartawan. Ia pernah melakukan hal yang sama sebelumnya, namun kali ini sengaja mengkambing hitamkan “Tim Sejuk dan Damai”

OTK lupa, jejak yang ditinggalkannya itu semakin terlihat nyata dalam tulisannya yang tersaji dengan manis.

“Kuat dugaan kita, ini yang menulis adalah orang dalam, karena dalam tulisannya itu jelas terstruktur dan masiv dengan mengedepankan aturan dan undang-undang yang begitu jelas dan tertata,” ungkap sejumlah wartawan saat membedah surat terbuka dari OTK tersebut.

Hal ini juga pernah terjadi beberapa waktu lalu dalam tema “Penikmat Lontong Malam,” sebut salah seorang wartawan. Ditelaah dari bentuk dan ciri khas tulisannya, cara pemaparan dan penyajiannya, ini adalah orang yang sama. Ia sudah pakar dalam menyampaikan informasi, terangnya.

Atas fenomena ini, kita berharap ke pemerintah daerah untuk segera menyikapi persoalan ini agar tidak melebar kemana-mana.

Jangan sampai muncul animo dari masyarakat, seakan akan wartawan memiliki konflik dengan kepala daerah yang baru, itu akan memunculkan preseden buruk untuk kedua belah pihak.

“Kuat dugaan, disini OTK sengaja menciptakan kegaduhan antara Jon Firman Pandu-Candra dengan wartawan.”

Kita tau, ini yang menulis bukanlah “Tim Sejuk dan Damai”. Sejauh ini hubungan antara pemerintahan Kabupaten Solok dengan wartawan baik baik saja, apalagi dengan JFP-Candra, tidak ada persoalan sedikitpun, ungkap yang lainnya.

Diketahui, sebelumnya wartawan Solok telah mengirim surat terbuka yang mengarah ke salah satu OPD Pemkab Solok, sehari kemudian, muncul surat terbuka tandingan yang di tujukan kepada wartawan Kabupaten Solok dan Kota Solok.

“Surat terbuka dari wartawan tersebut ditujukan Kepada Insan Pers Kabupaten Solok untuk tidak menerbitkan pemberitaan terkait Pemkab Solok. Alasannya adalah, sesuai dengan konsep awal bahwa selama kepemimpinan Jon Firman Pandu dan Candra seluruh insan pers akan dihargai sesuai dengan bentuk kemitraan pada lembaga lainnya. Namun mendekati Maret 2025, Kominfo Kabupaten Solok belum juga menghargai komitmen sebagai mitra pelayanan yang bekerja sama dengan perusahaan pers. Hal itu merupakan sebuah bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan yang bekerja di wilayah Kabupaten Solok, dan bentuk pelecehan terhadap perusahaan pers yang bekerja sama dengan Pemkab Solok.”

(billy@nsi-id)

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button