IPM Terendah di Sumbar, Dewan Pendidikan Sorot Mutu Pendidikan Kab Solok
Sekda Medison; Diperlukan Kolaborasi Antara PGRI, Dewan Pendidikan dan Pemerintah untuk Memajukan Pendidikan

Solok, Suaraindependent.id – Lebih Kurang dari satu dekade, dunia pendidikan di Kabupaten Solok menurun drastis. Hal itu dibuktikan berdasarkan data BPS Kabupaten Solok tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok terendah di Sumatera Barat.
Tak miliki prestasi yang mampu mengharumkan pendidikan di Kabupaten Solok, Dewan Pendidikan Kabupaten Solok yang baru seumur jagung mulai menyoroti mutu pendidikan yang semakin anjlok dan dinilai tidak memiliki kemajuan.
Menyikapi hal itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok, Yongkerman, S.Pd., M.M., bersama Ketua Dewan Pendidikan, Zulfadli, S.Pd., M.M., kunjungi Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison Jumat, (19/9) di Arosuka.
Kunjungan tersebut adalah dalam rangka berdiskusi dan berkonsultasi, bagaimana kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Solok bisa meningkat dan memiliki daya saing dengan daerah daerah lainnya di Sumatera Barat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh pendidikan menyampaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Solok.
Yongkerman yang merupakan Ketua PGRI yang dikukuhkan beberapa waktu lalu mulai menyoroti akan pentingnya peningkatan manajemen dan mutu pendidikan untuk mendukung perbaikan IPM di Kabupaten Solok.
Ia menyebutkan, “Pembinaan dan penataan kepala sekolah serta guru, peningkatan kapasitas dan perlindungan guru perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.”
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Pendidikan, Zulfadli. Disebutkannya, yang menjadi titik fokus pemerintah daerah saat ini adalah optimalisasi manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana revitalisasi sekolah serta stimulus peningkatan prestasi siswa baik akademik maupun non-akademik.
“Kami para Dewan Pendidikan Kabupaten Solok siap berkontribusi dalam rangka memaksimalkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Solok,” ucapnya.
Menanggapi masukan tersebut, Sekda Medison menyampaikan apresiasi dan menyambut baik dukungan dari PGRI dan Dewan Pendidikan.

Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata.
“Kami sangat menghargai kepedulian ini. Untuk memajukan pendidikan, diperlukan kolaborasi dari semua pihak, terutama dari PGRI dan Dewan Pendidikan,” ujar Medison.
Lebih lanjut Sekda Kabupaten Solok mengungkapkan bahwa tantangan sektor pendidikan di Kabupaten Solok cukup kompleks. Berdasarkan data BPS Kabupaten Solok tahun 2023, IPM Kabupaten Solok termasuk yang terendah di Sumatera Barat.
“Wilayah kita luas, jumlah satuan pendidikan juga banyak. Kita punya 344 SD negeri, 21 SD swasta. Selain itu kita punya 67 SMP Negeri dan 6 SMP Swasta. Dan ada lagi sekolah yang dikelola oleh Kementrian Agama. Semua itu harus menjadi perhatian serius dari kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan Kabupaten Solok” ujar Medison
Tak hanya itu, semua sekolah tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Solok, bahkan masih ada yang berada di wilayah blank spot.
“Dari sekian banyak sekolah di Kabupaten Solok masih ada sampai yang berada di kawasan Blank spot, baru 6 lokasi yang sudah bisa mengakses Internet. Tentu kawasan blank spot lainnya akan terus menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Ini menjadi tantangan tersendiri yang harus kita hadapi bersama,” ulasnya.
Medison menegaskan bahwa percepatan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Solok memerlukan kerja keras dan strategi yang terukur.
Ia menyebut perlunya lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain yang saat ini juga tengah berbenah.
“Kita butuh big jump, lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan. Maka dari itu, perlu perbaikan tata kelola, penyusunan roadmap yang jelas, berbasis data, dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan,” sebutnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, dan Dewan Pendidikan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Solok secara menyeluruh. (Billy)



