BBM Ilegal Milik Pemilik Tampi: Sopir Dilepaskan, Penanganan Kasus Diduga Sarat Kejanggalan
Tulungagung | SuaraIndependentnews.id — Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar yang melibatkan salah satu pemilik tampi di Tulungagung menuai tanda tanya besar. Publik mempertanyakan kinerja Kanit Tipiter Satreskrim Polres Tulungagung, setelah muncul kabar bahwa barang bukti solar ilegal sudah diamankan, namun sopir pengangkut justru dibebaskan tanpa proses hukum yang jelas.
Kasus ini bermula dari penangkapan satu unit kendaraan pengangkut solar bersubsidi yang diduga akan disalurkan ke salah satu lokasi di wilayah pesisir Tulungagung. Petugas disebut telah menyita puluhan jeriken berisi solar subsidi sebagai barang bukti. Namun, yang mengejutkan, sopir kendaraan tersebut tidak ditahan dan bahkan dilepaskan hanya beberapa jam setelah pemeriksaan.
Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu menilai penegakan hukum dalam kasus ini terkesan tebang pilih dan tidak transparan. “Kalau benar ada barang bukti BBM subsidi yang disalahgunakan, mestinya sopir dan pemiliknya sama-sama diperiksa. Tapi ini yang dibebaskan malah sopirnya, sementara pemilik tampinya tidak tersentuh,” ungkap salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Informasi lain yang dihimpun tim media menyebut, BBM bersubsidi tersebut diduga dikumpulkan dari beberapa SPBU menggunakan jaringan pengepul, sebelum akhirnya dikirim ke lokasi tambang untuk kebutuhan operasional. Aktivitas semacam ini sudah berlangsung lama, namun penegakan hukumnya dinilai mandek di tingkat penyelidikan.
Pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembebasan sopir maupun perkembangan penyidikan terhadap pemilik tampi yang diduga sebagai pemesan solar ilegal tersebut. Upaya konfirmasi kepada Kanit Tipiter Polres Tulungagung juga belum mendapatkan jawaban.
Kondisi ini memunculkan spekulasi adanya intervensi atau kompromi tertentu dalam proses hukum. Sejumlah aktivis antikorupsi bahkan mendesak agar Polda Jawa Timur&propam turun tangan untuk mengevaluasi penanganan perkara ini.
“Kalau benar barang bukti ditahan tapi pelaku dilepaskan, itu aneh. Jangan-jangan kasus ini hanya formalitas, sementara aktor utamanya tetap bebas beroperasi,” ujar seorang pemerhati hukum di Tulungagung.
Pantauan di lapangan menunjukkan, aktivitas pengangkutan solar subsidi ke area tambang masih terjadi secara rutin. Truk-truk kecil dengan tangki modifikasi terlihat keluar-masuk lokasi tertentu tanpa pengawasan ketat. Masyarakat pun khawatir praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi akan terus berlangsung jika aparat penegak hukum tidak bersikap tegas.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik. Pertanyaan besar pun muncul: mengapa barang bukti bisa ditahan, tapi pelaku utama justru dibiarkan bebas?
Jika tidak segera dijelaskan secara terbuka, kepercayaan masyarakat terhadap integritas penyidik Tipiter Polres Tulungagung bisa runtuh, dan dugaan permainan dalam kasus BBM ilegal ini akan semakin menguat….bersambung
Editor&publisher: redaksi




