Laka Beruntun Libatkan Damkar Kabupaten Solok, Satu Tewas, Enam Luka Luka

Solok, Suaraindependent.id —Unit Damkar Kabupaten Solok alami Laka beruntun yang melibatkan sebuah minibus dan kios bensin eceran di kawasan Simpang Lima Laing, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Selasa siang (8/7/2025), sekira pukul 11.15 WIB
Sebelum menghantam kios bensin eceran, Kendaraan operasional Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok tersebut juga telah menabrak sebuah minibus. Kecelakaan fatal tersebut merenggut nyawa seorang wanita.
perempuan paruh baya yang meninggal dunia di lokasi kejadian, karena tertimpa material bangunan dan dampak tabrakan. Sementara korban yang luka luka adalah petugas Damkar Kabupaten Solok. Sampai berita ini diturunkan, korban sudah dilarikan ke RS Tentara Solok.
Diketahui, Kendaraan Damkar yang berasal dari Pos Kotobaru tersebut tengah melaju menuju lokasi kebakaran baru di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diateh, usai menyelesaikan tugas pemadaman di Nagari Gauang, Kecamatan Kubung.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi kedua, kendaraan tersebut justru menabrak sebuah kios yang menjual BBM eceran, setelah sebelumnya menghantam mobil minibus Toyota Avanza berwarna hitam.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok, Aini, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa armada yang terlibat dalam kecelakaan mengangkut sembilan petugas damkar, termasuk seorang perwira piket.
“Betul, unit kita dari Pos Koto Baru baru saja menuntaskan tugas pemadaman di Gauang, dan sedang bergerak ke titik berikutnya di Paninjauan. Namun dalam perjalanan, terjadi kecelakaan,” jelas Aini.
Meski bagian depan mobil mengalami kerusakan berat, seluruh petugas yang berada di dalam kendaraan dilaporkan selamat, hanya mengalami luka ringan. Mereka saat ini tengah menjalani perawatan dan observasi medis di RSUD Kota Solok.
Aini menegaskan bahwa kendaraan operasional damkar tersebut dalam kondisi layak pakai dan selalu dicek secara rutin sebelum dan sesudah bertugas.
Namun, Aini menegaskan tingginya intensitas penanganan kebakaran dalam beberapa hari terakhir membuat para petugas kelelahan.
“Para petugas kami kelelahan. Musim kemarau saat ini sangat menyita energi tim. Mereka hampir tidak punya jeda istirahat karena kebakaran terjadi bertubi-tubi di berbagai lokasi,” katanya. (billy)




