Tak Berkategori

Lestarikan Icon Kabupaten Solok, Wabup H. Candra Gelar Kontes Ayam Kukuak Balenggek

Wakil Bupati Solok, H. Candra gelar “Kontes Ayam Kukuak Balenggek” di Alahan Panjang Resort, Minggu, (18/5).

Solok, Suaraindependent.id — Hampir punah, Ayam Kukuk Balenggek yang merupakan Icon dari Kabupaten Solok tersebut mulai tenggelam seiring perkembangan zaman.

Guna membangkitkan kembali keberadaan Ayam Kukuek Balenggek yang merupakan aset dari Kabupaten Solok, Wakil Bupati Solok, H. Candra membuka secara resmi “Kontes Ayam Kukuak Balenggek” di Alahan Panjang Resort, Minggu, (18/5).

Wabup Candra menyebutkan bahwa dalam Kontes Ayam Kukek Balenggek ini, nantinya bisa menimbulkan kembali semangat dan motivasi untuk membudidayakan kembali Ayam Kukuek Balenggek.

“Ini bukan sekadar perlombaan ayam. Ini adalah cerita tentang jati diri. Tentang masyarakat yang mencintai budayanya, merawatnya, dan menanamkan makna dalam setiap derap langkahnya,” ujar H. Candra

Diungkapkannya, Ayam Kukuak Balenggek ini bukanlah hal baru di Solok. Ini adalah seni, tradisi, sekaligus rekreasi rakyat yang telah mengakar kuat.

“Dibalik suara kokok ayam yang unik dan gerak langkahnya yang khas, ada filosofi kehidupan yang dalam ketekunan, keberanian, dan kehormatan”

Wabup Candra juga menyampaikan bahwa kegiatan “Kontes Ayam Kukuek Balenggek” akan dijadikan sebagai event tahunan Kabupaten Solok.

“Kita ingin agar generasi muda tidak sekadar mewarisi, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur dari warisan budaya ini. Kita ingin agar dunia tahu, Solok punya cerita. Solok punya suara,” lanjutnya.

Wabup Solok, H. Candra bersama pecinta ayam kukuk balenggek

Event yang dilaksanakan oleh komunitas Pencinta Ayam Kukuek Balenggek itu berlangsung sangat meriah.

Kontes Ayam Kukuek Balenggek kali ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Nagari, dengan antusiasme warga yang luar biasa.

Riuh tepuk tangan, sorak sorai, dan gelak tawa menjadi bagian dari suasana yang membuktikan budaya itu kembali hidup di tengah rakyat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang merawat kebudayaannya. Dan hari ini, Solok menunjukkan bahwa ia tak hanya besar karena alamnya yang indah, tetapi juga karena jiwanya yang hangat dan budayanya yang berakar,” pungkas Candra. (billy@nsi-id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button