Tak Berkategori

Negeri Diatas Awan, Dibalik Cerita 40 Hari Mahasiswa KKN Di Sibarambang

Ada Kisah Mistis Terselip Diantara Kegiatan Mahasiswa. Mesjid Yang Kelam dan Sepi, Lahan Yang Tandus, Hingga Tak Miliki Jaringan Internet

KKN Mahasiswa Ummy Solok 2024 di Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (12 Agustus-20September 2024)

Penulis ; Syafliwardi

Solok, Suaraindependent.id — 12 Agustus 2024. Pagi berselimut kabut, kesunyian itu mulai terasa. Kehampaan menyelimuti pikiran, hingga kebisuan menerpa jiwa. Hanya rasa sepi yang menemani perjalanan. Walau dengan keterpaksaan, semua itu harus dilewati, demi sebuah cita cita yang digantungkan pada sebuah harapan.

“Hanya ada dua pilihan, terus berjalan menjemput kemenangan, atau mundur dan gagal dalam sebuah perjuangan.”

Deru sepeda motor yang bersahutan memecah kesunyian. Sekumpulan anak muda menelusuri jalan kecil menuju sebuah desa yang jauh dari keramaian. Dengan membelah hutan rimba, mereka menyusuri jalan sepi, terjal dan curam.

Seakan berjalan diatas gumpalan awan, mereka menapak jalanan berbukit dan lembah yang diselimuti kabut.  Dingin yang mencekam hingga menggigit tulang, menemani perjalanan mereka selama 90 menit dari pusat kota.

“Itulah mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok yang akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah tersebut selama 40 hari kedepannya”

Jauh diujung sana, sebuah Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas merupakan tujuan mereka. Terletak dipenghujung Wilayah Pemerintahan Daerah Kabupaten Solok. Berbatasan dengan Wilayah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat, daerah itu cukup terbilang daerah tertinggal. Dikelilingi perbukitan, hingga hamparan sawah dan ladang warga, Sibarambang terkesan unik namun menyimpan banyak misteri.

Memiliki penduduk lebih kurang 2.352 jiwa yang hidup dengan bertani. Masyarakat Sibarambang tergolong miskin, hingga banyak yang menghabiskan waktunya diperantuan. Saat ini, pertumbuhan populasi penduduknya mendekati kepunahan. Dipimpin oleh seorang Walinagari perempuan, Nagari Sibarambang terbagi menjadi 8 Jorong. Daerah tersebut hampir terlupakan.

“Indah dan asri.” Itulah nuansa yang disajikan saat kami menjejakan kaki disana. Sepanjang jalan yang kami lewati tertutup kabut, sepintas terlihat bukit bukit hijau diselingi lembah nan curam. “Sempurna, itulah ciptaan tuhan yang dapat kami nikmati disini, di Nagari Sibarambang.”

Penat yang mendera seakan terkikis oleh senyuman alam yang menyapa kami di sini. Sirna sudah guratan kegundahan yang terpancar saat kami dilepas dari kampus. Yang tersisa hanyalah sebuah senyuman penuh arti.

Namun, tawa renyah dibalik gurauan dan canda kembali memudar, tatkala dari mereka mulai memainkan ponselnya. “Tak ada sinyal, tak ada jaringan internet,” semua kembali membisu, tenggelam dengan pikiran mereka masing masing.

“Inilah KKN yang sebenarnya, jauh dari internet dan gutget. Yang ada hanyalah kesunyian diselingi suara jangkrik bagaikan alunan musik pengantar tidur”

Sibarambang, Sebuah Nagari yang kaya akan kearifan lokal, saat ini butuh sentuhan dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi, maupun Pemerintah Pusat

Mayoritas bertani dan berkebun, masyarakat Nagari Sibarambang terbilang cukup miskin. Terlebih yang berada di Sibarambang atas, terdiri dari 4 Jorong, yakni Jorong Tinggi, Jorong Cubadak, Jorong Pakarohan dan Jorong Jaruai. Memiliki lahan pertanian, tapi sarat dengan hama babi dan monyet. Memiliki sumber mata air, tapi tidak mampu mengaliri lahan pertaniannya, apalagi bisa melepaskan dahaga warganya.

Tidak itu saja, akses jalan menuju ke 4 Jorong tersebut sangat sulit di lewati karena kondisi jalannya cukup hancur. Lebih Kurang dari 50 menit perjalanan, kondisi jalannya terlihat sangat parah. Berlumpur, terjal dan berbatuan. Di kanan ada bukit yang rawan akan longsor, di kiri ada jurang curam yang menganga.

Derita itu belum berakhir. Terlihat dari kondisi rumah penduduk, tak banyak yang “benar benar dikatakan sebuah rumah bisa ditemui,” kebanyakan yang ada hanyalah gubuk gubuk reyot termakan usia. Bukan lagi puluhan, tapi mungkin ratusan rumah yang tidak layak lagi untuk di huni, namun terpaksa mereka tempati.

Hal lain yang bikin miris. Diera yang serba digital saat ini, warga Sibarambang malah kesulitan meng akses jaringan internet. “Pedih dan ngilu,” itu yang dirasakan oleh dua buah Sekolah Dasar yang berdiri disana. Saat menghadapi ujian AMDK, para siswa tersebut harus mengungsi ke daerah tetangga agar dapat mengikuti ujian, hal itu sudah mereka lakoni bertahun tahun.

Jalan menuju Nagari Sibarambang rusak parah, rumah rumah warga yang tidak layak huni butuh sentuhan pemerintah

Seonggok problematika menanti mereka disana. Tak punya jalan keluar, itu bukanlah mahasiswa namanya. Bertekat mengubah untuk lebih baik, mulailah mahasiswa tersebut melaksanakan Program Kerjanya. Satu persatu mulai dibenahi, dengan mempercantik Desa, hingga menggunakan seluruh relasi dan koneksi untuk memenuhi semua kebutuhan yang belum ada.

Namun ada yang menarik, Sibarambang memilik objek wisata yang perlu di eksplor.  Seperti “Puncak Sembong” di Jorong Tinggi, “Puncak Kutu Kutu” di Jorong Karimbang, “Puncak Katapiang” di Jorong Pakarohan, “Puncak Pohon Cinta” di Jorong Jaruai.

Berkah Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal, Akhirnya Surau Itu Miliki Pengeras Suara

“Lama tak terdengar suara azan dan dan lantunan ayat suci Al’quran, sebuah Surau/ Musholla yang terletak di Jorong Cubadak Nagari Sibarambang tidak memiliki alat pengeras suara (TOA)”

Hal itu menjadi perhatian bagi mahasiswa Ummy Solok. Saban hari disetiap masuknya waktu sholat, mahasiswa selalu bertanya tanya, kenapa tidak pernah terdengar azan, apalagi mendengar anak anak mengaji.?

Dihinggapi dengan beragam pertanyaan, para mahasiswa mulai menggali informasi melalui pemuda setempat. Ternyata surau/ musholla tersebut tidak memiliki alat pengeras suara atau TOA.

Berangkat dari itulah, akhirnya para mahasiswa mencoba mencarikan donatur melalui relasi yang ada. Setelah mencari kebanyak orang, akhirnya surau/ musholla tersebut memiliki TOA.

Satu beban moril sudah terselesaikan. Menindak lanjuti pudurnya (hilang) jaringan internet di Sibarambang ini, kembali mahasiswa mempergunakan koneksinya. Melalui Dinas Kominfo Kabupaten Solok, akhirnya pihak Telkomsel bersedia untuk bekerja sama. Alhamdulillah, pengerjaan perbaikan jaringan internet mulai digelar.

Memiliki koneksi di balai pembibitan, kembali mahasiswa menggunakan relasinya dengan menyalurkan bantuan 10 ribu bibit tanaman untuk lahan pertanian masyarakat Sibarambang. Tidak itu saja, mahasiswa juga membantu warga dalam pembuatan BPJS Kesehatan melalui Dinsos Kabupaten Solok dan pembuatan UMKM Air Niro dan Gula Aren Tradisional.

20 September 2024. Awan berarak senja, hari ini merupakan hari terakhir bagi mahasiswa Ummy Solok melaksanakan KKN di Nagari Sibarambang. Dengan senyum merekah, terpancar kepuasan diwajah mereka.

“Akhirnya kita pulang, dengan meninggalkan setumpuk kenang kenangan, buah dari Lakek tangan para mahasiswa Ummy Solok,” bisik mereka.

Dipenghujung negeri sana, sebuah desa yang dulunya sunyi, kini mulai terlihat keramaian. Sayup sayup terdengar azan dan suara penceramah dalam memperingati hari Maulid Nabi Muhammad Saw 12 Rabiul Awal di surau tersebut. “Surau yang dulunya sepi, kini sudah diramaikan oleh suara azan”

Dengan langkah pasti, kami mulai beranjak pergi. Di iringi lambaian tangan dan isakan tangis warga, perlahan desa itu kami tinggalkan. “Semoga suatu hari nanti, ada lagi mahasiswa yang akan melanjutkan program kerja disana. Dan semoga apa yang kami tinggalkan, menjadi kenangan indah bagi masyarakat Nagari Sibarambang”

Cerita Mistis Di Nagari Sibarambang

Tepatnya usai peringatan hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024. Kegiatan peringatan tersebut digelar sehari penuh, dari pagi hingga pukul 03.00 dini hari. Dikarenakan jarak pusat acara dengan posko KKN terbilang jauh, dan jalan yang akan dilalui cukup sepi dan gelap, para mahasiswa pun di antar oleh beberapa pemuda setempat.

Malam yang mulai beranjak pagi, kami beriringan menyusuri jalanan yang di tutupi kabut dan hutan lebat. Ada ketakutan terpancar di wajah para mahasiswa. Dalam do’a nya mereka berharap tidak terjadi apa apa.

30 menit perjalanan, semuanya aman aman saja. Usai melewati beberapa tikungan dan turunan curam, tiba tiba motor yang berada di paling belakang mulai berjalan ngawur dan ugal ugalan. Aldo, salah seorang mahasiswa melajukan motornya dengan kencang, hingga memepet motor yang di depannya. Terpancar ketakutan yang sangat di raut wajahnya.

Kami yang tercecer dari rombongan mulai merinding dan merasakan hal hal aneh. Bulu kuduk kami berdiri, ketakutan mulai merasuki kami. Berdoa, hanya itu yang mampu kami lakukan saat itu. Raut wajah Aldo semakin memucat, hingga kami tiba di posko, Aldo tak mampu berkata apa apa, diam membisu dan terduduk lemas.

Selang beberapa saat, usai diberi minum, Aldo pun bercerita tentang kejadian yang menimpanya. “Ada yang memanggil manggil nama saya di sepanjang perjalanan tadi, itu suara perempuan,” terang Aldo.

Aldo yang harus berada di paling belakang untuk menerangi motor yang didepannya karna tidak ada lampu. Dengan segenap keberanian yang tersisa, Aldo menguat hati, Aldo harus tetap berada di barisan walau ketakutan itu menghantui saya, ungkap Aldo.

Banyak lagi cerita mistis lain yang di alami mahasiswa KKN selama berada di Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas. Namun karena tetap tawakal dan selalu berserah diri ke pada Tuhan YME, semua kejadian kejadian janggal yang kerap di temui di awal awal masa KKN, perlahan lahan hilang dan sampai tidak pernah muncul lagi hingga mahasiswa meninggalkan daerah tersebut.

Inilah pengalaman yang paling berharga buat kami selama menjalankan masa KKN. Ada tawa, ada canda, ada juga tangis dan ketakutan yang menghantui. Namun semua itu mampu kami lewati dengan kebersamaan dan kekompakan yang tak pernah pudar. Semoga kehadiran kami di Nagari Sibarambang mendapat tempat di hati masyarakatnya. Dan apa yang telah kami tinggalkan disana, menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. (*)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button