Tak Berkategori

Pertarungan Pilkada Kabupaten Solok Semakin Sengit, “Bersemi” Diyakini Raih 65-75 Persen Suara

“Didukung 18 Kursi di DPRD Kabupaten Solok, Emiko-Irwan Miliki Akumulasi Hingga 108 Ribu Suara”

Paslon “Bersemi” Didukung 4 Partai Besar yang memiliki 18 kursi dari 35 kursi di DPRD Kabupaten Solok

Solok, Suaraindependent.id Pertarungan Pilkada Kabupaten Solok 2024 terlihat semakin sengit. Jelang berakhirnya tahapan kampanye paruh pertama, Paslon Hj. Emiko, SP dan Irwan Afriadi (Bersemi) disebut sudah mengantongi sekira 46 persen suara. Persentase ini bakal terus melejit di paruh kedua. Bahkan, persentase ini diyakini bakal mencapai 65 persen hingga 75 persen.

Bukan tidak beralasan, dengan di dukung kualisi gemuk yang memiliki 18 kursi dari 35 kursi di DPRD Kabupaten Solok periode 2024-2029, Paslon Emiko-Irwan Afriadi memiliki akumulasi hingga 108.000 suara atau sekira 58 persen suara di Kabupaten Solok.

Mendekati masa kampanye paruh kedua, Paslon tersebut semakin gencar melakukan atraksi tebar pesona. Program-program, ide dan gagasan terus disampaikan kandidat guna menarik simpati masyarakat. Demikian juga dengan pergerakan “mesin-mesin” politik, mereka berjibaku ke lapangan meyakinkan pemilih terhadap kapasitas dan kelebihan kandidatnya.

Hal serupa juga dilakukan Paslon “Bersemi”. Menjadi Paslon yang paling sering turun ke masyarakat, itu dibuktikan dengan jumlah Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye yang telah mencapai lebih dari 140 STTP, meski masa kampanye Pilkada belum genap 30 hari.

Artinya, paling tidak, Hj. Emiko dan Irwan Afriadi sudah turun di 5 titik setiap hari. Hal ini menjadikan Paslon “Bersemi” sebagai Paslon yang paling “berkeinginan menang” di Pilkada Kabupaten Solok 2024.

Di sisi lain, turun di minimal 5 titik lokasi kampanye setiap hari, membalikkan prediksi bahwa sosok Emiko dalam kodratnya sebagai perempuan dan statusnya sebagai istri petahana Epyardi Asda, bakal sulit bersaing dengan kandidat lain.

Hal ini justru di buktikan Emiko bahwa dirinya adalah seorang perempuan tangguh dan terbukti tidak “bergantung” atau akan “mengekor” ke popularitas sang suami yang saat ini juga ikut bertarung di eskalasi Pilkada Sumbar 2024. Pada setiap kampanyenya, Emiko tampil selalu “segar” dan “bugar”.

Bahkan, saat berorasi, Emiko selalu tampil dengan naluri keibuan yang penuh kesantunan untuk menyapa masyarakat. Hal ini, seakan menjadi “antitesis” dari Epyardi Asda yang di setiap turun ke masyarakat, senantiasa “berapi-api”. Meski memiliki “frekuensi” dan niat yang sama dalam upaya membangun daerah, Emiko tampil dengan “amplitudo” dan kesan yang berbeda dengan Epyardi Asda.

Naluri keibuan Emiko yang penuh kesantunan, ternyata juga menarik simpati dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh politik Kabupaten Solok. Hingga hal itu semakin membakar minat masyarakat untuk bergabung.

“Emiko Akan membangkitkan Potensi Perempuan, Tanpa Menghilangkan Kodratnya Sebagai Seorang Perempuan”

Minat bergabung tersebut kian tak terbendung, salah satunya dukungan itu datang dari tokoh politik Kabupaten Solok. H. Yulfadri Nurdin, SH, mantan Wakil Bupati Solok periode 2016-2021 yang sangat dekat dengan Epyardi Asda, mengakui bahwa sosok Emiko sangat berbeda dan memiliki berbagai kelebihan.

Yulfadri Nurdin, mantan Wakil Bupati Solok, bersama Emiko, Calon Bupati Solok

Yulfadri Nurdin yang sempat menjadi rival Epyardi Asda pada Pilkada Kabupaten Solok 2020 lalu, menilai jika Emiko dan Irwan Afriadi terpilih, akan terjadi lompatan kemajuan bagi Kabupaten Solok. Hal ini menurutnya karena Emiko adalah sosok yang selalu mendengarkan masukan dari siapa saja dan akan memakai orang-orang kompeten dan ahli di bidangnya masing-masing.

“Epyardi Asda memiliki segala hal di dunia politik untuk menjadi kepala daerah. Punya kekuasaan, punya finasial dan punya kegilaan dalam politik. Disayangkan, segala potensi tersebut belum bisa diterima sepenuhnya secara legowo oleh masyarakat Kabupaten Solok. Mungkin, bagi masyarakat Sumbar yang heterogen dan menginginkan perubahan, inilah waktunya”

Untuk Kabupaten Solok, puzzle atau bagian yang hilang tersebut, Emiko menjadi sosok yang mampu menjadi perekat. Emiko adalah sosok yang selalu mendengarkan masukan dari siapa saja dan akan memakai orang-orang kompeten dan ahli di bidangnya.

“Saya yakin, sosok keibuan Emiko akan menjadi penyatu bagi seluruh elemen untuk berkomitmen dalam membangun Kabupaten Solok lebih maju ke depannya,” ungkap Yulfadri Nurdin.

Ia juga menegaskan, bahwa dirinya sangat mengenal seluruh kontestan ini. Sebagai mantan Anggota DPRD Kabupaten Solok, Anggota DPRD Sumbar dan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin akhirnya melabuhkan pilihannya ke Paslon Emiko dan Irwan Afriadi. Hal ini menurutnya sudah melewati rangkaian yang panjang dan pertimbangan yang matang.

“Saya sangat mengenal ketiga Paslon yang berkompetisi. Dari segala rangkaian pertimbangan, saya menegaskan akan berada di barisan Emiko-Irwan. Hal ini terutama demi kemajuan Kabupaten Solok ke depan,” tegasnya.

Dalam setiap kampanye dan turun langsung ke masyarakat, Emiko dan Irwan Afriadi senantiasa menegaskan bahwa pihaknya akan merangkul seluruh masyarakat dan segala potensi yang ada. Emiko menyatakan bahwa dirinya sangat terharu dan gembira atas sambutan dari masyarakat. Menurutnya, hal ini memberikan energi besar baginya di kontestasi Pilkada Kabupaten Solok 2024.

“Sambutan dan dukungan ini memberikan semangat dan energi besar bagi kami, sekaligus tanggung jawab untuk merangkul semua elemen masyarakat. Mari kita bersatu untuk membangun Kabupaten Solok ke depan yang lebih baik dan sejahtera,” ajak Yulfadri Nurdin.

Lalu, apa yang membuat Emiko dan Irwan Afriadi menjadi sosok yang paling kuat di Pilkada Kabupaten Solok 2024? Setidaknya, ada 7 faktor yang membuat Paslon “Bersemi” bakal memenangkan Pilkada Kabupaten Solok. Yakni, dukungan 4 Parpol pengusung, Program Athari Gauthi Ardi, dukungan ASN dan Walinagari, dukungan finansial, dukungan tokoh masyarakat, kapasitas Emiko dan kapasitas Irwan Afriadi.

Paslon “Bersemi” untuk Bupati/ Wakil Bupati Solok periode 2025-2030

Dukungan 4 Parpol Pengusung

Mengusung tagline “Bersemi”, Paslon ini menggebrak secara superior dengan 4 kekuatan besar di jagat politik Kabupaten Solok. Koalisi raksasa tersebut berisikan PAN (Ketua DPRD) dengan 6 kursi. Partai NasDem (Wakil Ketua I DPRD) dengan 5 kursi. Partai Golkar (Wakil Ketua II DPRD) dengan 5 kursi. Ditambah Partai Hanura dengan 2 kursi. Sehingga, Paslon “Bersemi” didukung oleh 18 kursi dari 35 kursi DPRD Kabupaten Solok 2024-2029.

“Dukungan 4 Parpol besar tersebut memiliki akumulasi hingga 108.000 suara atau sekira 58 persen suara di Kabupaten Solok. Sehingga, diprediksi Paslon Emiko-Irwan bakal memenangkan Pilkada Kabupaten Solok di angka 65 persen hingga 75 suara.”

Selain dukungan 18 kursi di DPRD Kabupaten Solok 2024-2029, Paslon “Bersemi” juga didukung kekuatan politik di tingkat pusat, provinsi, hingga daerah. Yakni sebanyak 4 Anggota DPR RI, yakni Athari Gauthi Ardi (PAN), Lisda Rawdha Hendrajoni dan Shadiq Pasadigoe (NasDem) dan Zigo Rolanda (Golkar).

Kemudian, 3 Anggota DPRD Sumbar, yakni Lastuti Darni (PAN), Abdul Rahman (NasDem) dan Yogi Pratama (Golkar). Sehingga, kekuatan ini bakal mampu membawa sinergitas dan harmonisasi di Kabupaten Solok ke depan. Yakni hubungan harmonis dan sinergis antara eksekutif dengan legislatif dan kerja sama kuat antara pemerintahan pusat, pemerintahan provinsi dan Kabupaten Solok.

Program Athari Gauthi Ardi

Selama 5 tahun menjadi Anggota DPR RI dari PAN, Athari Gauthi Ardi sudah membawa begitu banyak program yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Yakni bedah rumah, PISEW, P3TGAI, normalisasi sungai, sanitasi pesantren, sanitasi masyarakat dan berbagai program lainnya.

“Athari telah membawa sekira Rp500 miliar APBN ke Kabupaten Solok. Dengan mengantongi perolehan suara 49.000 lebih di Pileg 14 Februari 2024 lalu, dipastikan angka tersebut tidak akan bergeser dari Emiko-Irwan di Pilkada 27 November 2024 nanti. Sehingga hal itu menjadi modal besar bagi pemenangan Bersemi”.

Dukungan ASN dan Walinagari

Selama Epyardi Asda menjabat Bupati Solok, dukungan dari ASN menjadi kekuatan utama dalam perjalanan roda pemerintahan. Meskipun ada aturan netralitas ASN, namun ASN tersebut tetap memiliki hak pilih. Sehingga, kekuatan dari sekira 7.000 ASN akan menjadi salah satu faktor penentu. Hal yang sama juga berlaku bagi 74 walinagari se-Kabupaten Solok. Meskipun, dalam praktiknya, beberapa Walinagari melakukan “perlawanan”, namun persentasenya sangat kecil.

Dukungan Tokoh Masyarakat

Emiko-Irwan didukung penuh oleh sejumlah tokoh masyarakat, elemen masyarakat di tingkat akar rumput, hingga sejumlah organisasi lain yang telah merasakan efek dari pembangunan yang dilakukan Bupati Epyardi Asda bersama DPRD Kabupaten Solok 2019-2024. Dukungan terhadap Emiko-Irwan terlihat cukup jelas dan terang. Demikian juga, dukungan dari mantan kader Parpol yang berseberangan. Seperti Arlon Sutan Sati dan Septrismen (Gerindra), Yondri Samin (Demokrat), dan sejumlah tokoh lainnya.

Dukungan Finansial

Faktor finansial juga menjadi penentu dalam eskalasi politik, apalagi di kontestasi Pilkada. Dukungan finansial yang dimaksud bukan berbentuk money politics (politik uang), tetapi dalam bentuk pembiayaan bagi kandidat dan Tim Pemenangan saat turun ke masyarakat. Misalnya, biaya saat kandidat menggelar kampanye, akomodasi Tim dan relawan, ketersediaan alat peraga dan atribut kampanye.

Pesona Irwan Afriadi

Cawabup Irwan Afriadi juga menebarkan “pesona” terpendam yang belum banyak diketahui. “Negatif campaign” yang digaungkan lawan politik, bahwa Irwan Afriadi adalah orang Sangir, Kabupaten Solok Selatan, terklarifikasi dengan sendirinya. Ternyata, orang tua perempuan Irwan berasal dari Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi. Sementara ayahnya berasal dari Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti.

Diketahui, nama “Sangir” didapatkan karena Irwan Afriadi lahir dan besar di Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Sehingga, pasangan Emiko Irwan menjadi pasangan melingkupi ketiga “wilayah politik” di Kabupaten Solok. Yakni wilayah Utara (Emiko dari Nagari Singkarak), Tengah dan Selatan oleh sosok Irwan Afriadi.

“Selama 10 tahun menjadi Anggota DPRD Sumbar (2014-2019 dan 2019-2024), kiprah Irwan Afriadi untuk Kabupaten Solok sangat mumpuni. Meskipun, tidak banyak diketahui, karena sosok Irwan yang fokus bekerja dan jarang mengekspos kiprahnya”. (billy@nsi-id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button