PPM Kabupaten Solok Hadir Dalam Upacara HUT RI Ke-80
Bustaman,S.Pd; Maknai Perayaan Kemerdekaan Melalui Semangat Juang Para Veteran ’45

Solok, Suaraindependent.id — Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Solok sebagai generasi para Veteran ’45 hadir dengan seragam khasnya berbalut baret hijau bersama Pemerintahan Kabupaten Solok sebagai peserta Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Gor Batu Tupang Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Minggu (17/8).
Upacara HUT RI kali ini dipimpin oleh Bupati Solok terpilih, Jon Firman Pandu, SH yang dihadiri oleh seluruh ASN di Lingkup Pemkab Solok.
Usai pelaksanaan penaikan bendera merah putih, Ketua PPM Kabupaten Solok, Bustaman, S. Pd menggelar siaran langsung di studio Radio Solok Nan Indah FM 98,6 MHz.
Dalam siaran tersebut, Bustaman menyampaikan melalui gelombang radio bahwa hari ini bangsa Indonesia tengah memperingati HUT ke-80 RI. Hal itu juga dilaksanakan di Kabupaten Solok. Perayaan ini terasa istimewa dengan hadirnya PPM Kabupaten Solok yang merupakan generasi dari para Veteran Indonesia.

Sebagai pewaris pejuang 45, peringatan ini bagi PPM bukan sekadar upacara atau perayaan. Lebih dari itu, ia menjadikannya sebagai pengingat bahwa kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama.
Diketahui, Pemuda Panca Marga (PPM) adalah organisasi yang beranggotakan anak-anak keturunan pejuang kemerdekaan. PPM Kabupaten Solok hadir dan tumbuh dengan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan orang tuanya. Ia percaya bahwa semangat juang itu harus terus hidup, meski zaman sudah berubah.
“Kemerdekaan ini bukan hadiah. Ada air mata dan darah para pahlawan di baliknya. Karena itu, kita yang hidup hari ini tidak boleh lupa, apalagi abai. Generasi muda harus menjadi penerus perjuangan dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman,”
Radio Sebagai Panggung Perjuangan
Di era digital, banyak orang mungkin menganggap radio sudah mulai ditinggalkan. Tapi tidak bagi Bustaman. Ia justru memilih radio sebagai medium menyampaikan pesan kebangsaan.
Alasannya sederhana, radio tetap dekat dengan masyarakat, terutama di daerah yang masih menjadikan siaran sebagai teman sehari-hari.
Hari itu, masyarakat Solok mendengar pesan yang sama, “jangan pernah berhenti mencintai negeri ini.” Suara Bustaman menembus batas ruang studio, menjangkau rumah-rumah, warung kopi, hingga ladang tempat petani bekerja.

Inspirasi untuk Generasi Muda
Dalam setiap kalimatnya, Bustaman selalu menyinggung peran pemuda. Baginya, pemuda adalah ujung tombak sekaligus penentu arah bangsa.
“Pemuda jangan hanya jadi penonton. Jangan takut salah, jangan takut mencoba. Bangsa ini menunggu karya nyata dari generasi muda. Isi kemerdekaan ini dengan kerja, dengan inovasi, dengan keberanian,” serunya.
Pesan itu terasa begitu relevan. Di tengah derasnya arus globalisasi, Bustaman ingin anak-anak muda di Kabupaten Solok tetap berpegang pada nilai kebangsaan. Menurutnya, modernitas tidak boleh membuat generasi muda melupakan sejarah dan akar perjuangan bangsa.
Menutup siaran radio di hari kemerdekaan itu, Bustaman kembali menegaskan komitmennya sebagai Ketua PPM Kabupaten Solok.
“Kami, anak-anak pejuang, tidak akan membiarkan api perjuangan ini padam. Justru akan kami jaga, kami rawat, dan kami teruskan. Mari kita bangun Kabupaten Solok, mari kita bangun Indonesia, dengan semangat persatuan dan persaudaraan,” ujarnya.
Dan di balik mikrofon Radio Solok Nan Indah, Bustaman membuktikan satu hal sederhana, semangat juang tidak hanya diwariskan di medan perang, tetapi juga bisa berkobar lewat kata-kata, mengalir melalui udara, dan sampai ke hati rakyat. (Billy)


