Tak Berkategori

Tak Ikuti Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok, 12 OPD Siap Siap Terima Sanksi

Wabup Solok, H. Candra ; Kalau Jenuh dan Bosan, Mundur Saja

Wabup Solok, H. Candra bersama Sekdakab Solok, Medison panggil 12 OPD yang tidak ikuti musrenbang RPJMD Kabupaten Solok

Solok, Suaraindependent.Id — Sebanyak 12 orang Kepala OPD yang tidak mengikuti Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok 2025-2029 kemarin dipanggil hari ini oleh Wabup Solok, H. Candra bersama Sekdakab Solok, Medison. 

Diketahui, Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok 2025-2029 merupakan cikal bakal dari arah pembangunan Kabupaten Solok 5 tahun kedepannya. Selain itu, Musrenbang ini juga merupakan implementasi dari janji janji politik pasangan kepala daerah pada pemilihan umum kepala daerah 2024-2029.

Ke 12 OPD tersebut diketahui tidak kembali lagi setelah makan siang pada pelaksanaan Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok pada hari Senin kemaren, hal itu diketahui setelah panitia penyelenggara mengambil absen satu persatu dari daftar hadir peserta Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok.

Sebelumnya, Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok yang digelar pada 26 Mei 2026 mendapat sorotan tajam. Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dan dihadiri Wakil Bupati Solok, H. Chandra, dinilai tidak diikuti secara maksimal oleh sejumlah kepala OPD, Camat, dan Wali Nagari.

Padahal, mereka merupakan pihak yang akan menjadi pelaksana langsung dari program-program pembangunan yang dirumuskan dalam dokumen RPJMD selama 5 tahun ke depan. Minimnya kehadiran tersebut memunculkan kekhawatiran terkait lemahnya komitmen birokrasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Musrenbang RPJMD bukan hanya seremoni. Ini adalah forum penting untuk menyelaraskan visi dan strategi pembangunan antara pemerintah daerah dan pelaksana teknis di lapangan,” ujar salah satu peserta.

Tanpa kehadiran aktif dari para pelaksana teknis, dikhawatirkan penyusunan RPJMD akan kehilangan konteks kebutuhan riil masyarakat. Padahal, partisipasi sejak awal sangat penting agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran.

Musrenbang RPJMD juga disebut menjadi langkah awal yang penting untuk mengevaluasi kinerja para kepala OPD. Tingkat partisipasi dan keseriusan mereka dalam forum ini menjadi indikator awal terhadap sejauh mana mereka memahami, mendukung, dan siap mengeksekusi arah pembangunan daerah ke depan.

Pemerintah daerah didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap partisipasi dan profesionalisme birokrasi dalam forum-forum strategis pembangunan. Netralitas, kehadiran aktif, dan komitmen penuh menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan RPJMD Kabupaten Solok untuk 5 tahun ke depan.

Menanggapi hal itu, hari ini, Selasa 27 Mei 2025, Wakil Bupati Solok, Candra bersama Sekdakab Solok, Medison memanggil OPD terkait dan diberikan teguran.

12 orang pejabat yang diberikan teguran tertulis itu terdiri dari 3 pejabat eselon IIb, selebihnya eselon III.

12 OPD tersebut adalah Sekretariat DPRD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas KB, Dinas Perikanan dan Pangan, Perpustakaan dan Arsib, BKD, Bapenda, dan Kesbangpol

Sementara, 3 OPD lainnya absen dalam pertemuan tersebut, yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan dan BKPSDM.

Wabup Candra menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan kepada 12 orang itu, adalah semata-mata demi organisasi besar yaitu perbaikan Pemerintahan Kabupaten Solok.

Kalau sebuah organisasi tidak ada reward dan punishment, akan membuat organisasi besar ini tak produktif”

Lebih lanjut dikatakannya tindakan yang di ambil itu adalah demi pemerintah Kabupaten Solok.

Bisa jadi Bapak dan Ibu, menganggap tindakan kami ini berlebihan dan segala macam, tapi ini sebenarnya adalah untuk organisasi besar ini, kapal besar ini, makanya kami mengambil tindakan yang tak populer ini semata-mata niatnya baimana Kabupaten Solok ini ke depan semakin baik.” tegas Candra.

Dikatakannya pemberian teguran tersebut bukanlah marah personal, dan juga buka like and dislike.

Jadi jangan anggap Bapak dipanggil ini marah personal, marah pribadi, like and dislike, tidak, tapi ini terkait dengan organisasi besar kita ini yang aturan-aturan yang disepakati dan harus kita jalankan,” tegas Candra.

Senada dengan Wabup, Sekdakab Solok, Medison berpesan kepada seluruh ASN Pemkab Solok untuk tetap fokus bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.

Tunjukkan kinerja dan loyalitasnya yang terbaik, penilaian pimpinan itu tetap ada, mari kita bersama sama membangun Kabupaten Solok dengan sejuk dan damai,” ucap Medison. (Billy@nsi-id) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button