Wujud Nyata ZISWAF CT ARSA YAJAGANU Dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana

Mojokerto | Suaraindependentnews.id – Di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, kesadaran masyarakat untuk memperkuat ketahanan lingkungan semakin mendesak. Hujan ekstrem yang berujung banjir, kekeringan panjang yang melanda kawasan pertanian, hingga gelombang panas yang mengancam kesehatan, menjadi bukti nyata bahwa adaptasi dan mitigasi tak lagi bisa ditunda.
Gelar Pameran Bulan PRB 2025 Di Mojokerto Menampilkan Hasil Program Green Economy Ziswaf CTARSA YAJAGANU semangat itu diwujudkan dalam gerakan “Green Economy ZISWAF” yang digagas CT ARSA Foundation bersama YAJAGANU. Melalui integrasi Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), program ini bukan hanya menjadi solusi sosial-ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

“Kami ingin menggeser cara pandang filantropi Islam, dari sekadar konsumtif menjadi produktif. Wakaf misalnya, bisa diwujudkan dalam bentuk lahan hijau produktif, pengelolaan air, hingga energi terbarukan,” jelas salah satu penggerak ZISWAF CT ARSA ujar H.M.Wahib
Direktur Ziswaf CT ARSA H.M.wahib mengatakan Program ini sejalan dengan visi Green Economy, di mana pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan dan keadilan sosial. Perubahan iklim yang sudah dirasakan dampaknya menuntut adanya pola pembangunan baru—dan ZISWAF diyakini mampu menjadi motor penggerak.

Para santri, petani, Masyarakat, hingga komunitas lokal dilibatkan dalam setiap tahapan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, melainkan aktor utama. Dengan pendekatan ini, muncul kesadaran bahwa investasi sosial berbasis lingkungan dapat mengurangi kerentanan masyarakat terhadap bencana sekaligus membuka lapangan kerja hijau.
Menurut catatan panitia Bulan PRB 2025, program semacam ini menjadi contoh bagaimana kearifan lokal, nilai-nilai keagamaan, dan inovasi ekonomi bisa disatukan. Indonesia sebagai negara rawan bencana memerlukan model kolaboratif semacam ini untuk menjawab tantangan iklim yang semakin kompleks.
“PRB, Perubahan Iklim, Ketahanan Pangan & Green Economy bukan isu terpisah, melainkan satu kesatuan. ZISWAF CTARSA YAJAGANU hanya salah satu instrumen, tetapi sangat strategis karena berakar dari partisipasi masyarakat,” Ujar Kyai Wahib
Dengan demikian, “Green Economy ZISWAF CT ARSA YAJAGANU” bukan hanya proyek sosial, melainkan gerakan kolektif menuju masa depan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan ungkapnya Direktur Ziswaf CT ARSA ( H. M. WAHIB )
Editor&publisher: mahmudi




