Tak Berkategori

3 Paslon Kontestasi Pikada Kabupaten Solok, Siapakah Yang Bisa Meyakinkan 290.831 Pemilih?

“Emiko-Irwan Memiliki Peluang Besar Menjadi Pemenang Pilkada 2024”

3 Paslon Pilkada Kabupaten Solok, “Berbudi” “Bersemi” “Sejuk dan Damai”

Solok, Suaraindependent.id–Tahapan Kampanye Pilkada Kabupaten Solok yang digelar KPU selama dua bulan menyisakan waktu 40 hari lagi. Hasil ferifikasi KPU Kabupaten Solok, terdapat 3 Paslon yang ikut berlaga dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Solok 2024.

“Tiga Paslon yang bakal bertarung tersebut adalah Budi-Kobal dengan tagline “Berbudi” (nomor urut 1). Emiko-Irwan dengan tagline “Bersemi” (nomor urut 2). JFP-Candra dengan tagline “Sejuk dan Damai” (nomor urut 3)”

Dari ketiga paslon tersebut, Siapa yang bakal mampu meyakinkan 290.831 pemilih dalam memberikan hak suaranya pada 27 November 2024 nanti.? Lalu, berapakah “batas aman” untuk menang?

Pertama, dengan jumlah DPT 290.831 jiwa dan asumsi partisipasi pemilih 80 persen, diperkirakan sebanyak 232.665 pemilih akan datang ke TPS. Artinya, batas aman untuk terpilih adalah sekira 50 persen dari 232.665 pemilih, atau sekira 116.332 suara.

Angka ini akan mengecil jika suara sah tidak mencapai 232.665 suara. Dengan asumsi ada sekira 1.000-2.000 suara tidak sah, maka Paslon yang mendapatkan 115.000 suara, dipastikan akan menang. Namun, dengan ada tiga kontestan yang berlaga, jumlah suara untuk menang juga semakin mengecil.

Kedua, siapa yang bakal memenangi Pilkada Kabupaten Solok.? Dengan sekira 40 hari masa kampanye tersisa, pergerakan tiga Paslon sudah terlihat dengan jelas. Polarisasi sudah terbentuk dengan massif. Ketiga Paslon, sudah menggarap basis massa, kekuatan dukungan dari parpol pengusung, strategi pemenangan, serta penggiringan dan pembentukan opini publik.

“Lalu, siapakah yang akan mampu merebut simpati masyarakat dan meyakinkan pemilih?”

Nomor Urut 1, H. Budi Satriadi, SKM, MM dan Dr. H. Hardinalis Kobal, SE, MM

Mengusung tagline “Berbudi,” paslon ini diusung oleh koalisi Partai Demokrat dengan 4 kursi dan PPP dengan 3 kursi di DPRD Kabupaten Solok.

Paslon “Berbudi” merupakan koalisi dari wilayah Selatan dan Tengah Kabupaten Solok. Budi Satriadi berlatar belakang pengusaha, yang akrab disapa Budi Global, berasal dari Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti. Sementara, Hardinalis Kobal yang berlatar belakang akademisi dan politisi, berasal dari Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung.

“Berbudi” yang di dukung oleh organisasi Masyarakat Alam Gumanti (MAG), akan selaras dengan kiprah politik Hardinalis Kobal yang terbilang menjanjikan di Pilkada Kabupaten Solok 2024.

Nomor urut 2, Hj. Emiko Epyardi Asda, SP dan Irwan Afriadi

Mengusung tagline “Bersemi, Bersama Emiko dan Irwan, Tuntaskan Pembangunan di Kabupaten Solok,” Paslon ini menggebrak secara superior dengan dukungan koalisi gemuk, yaitu 18 kursi dari 35 kursi DPRD Kabupaten Solok. 6 kursi Partai PAN (Ketua DPRD). 5 kursi Partai NasDem (Wakil Ketua I DPRD). 5 kursi Partai Golkar (Wakil Ketua II DPRD), dan 2 kursi Partai Hanura.

Selain itu, Paslon “Bersemi” juga didukung kekuatan politik di tingkat pusat dan propinsi. Yakni sebanyak 4 Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardi (PAN), Lisda Rawdha Hendrajoni dan Shadiq Pasadigoe (NasDem), Zigo Rolanda (Golkar). Kemudian, 3 Anggota DPRD Sumbar, yakni Lastuti Darni (PAN), Abdul Rahman (NasDem) dan Yogi Pratama (Golkar).

Dengan kekuatan ini, “Bersemi” bakal mampu membawa sinergitas dan harmonisasi di Kabupaten Solok ke depan. Yakni hubungan harmonis dan sinergis antara eksekutif dengan legislatif dan kerja sama kuat antara pemerintahan pusat, pemerintahan provinsi dan Kabupaten Solok.

Selain itu, Emiko-Irwan juga didukung penuh oleh elemen masyarakat. Mulai dari akar rumput, tokoh, organisasi masyarakat yang telah merasakan efek dari pembangunan yang dilakukan Bupati Epyardi Asda, serta kiprah Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi di Kabupaten Solok yang membawa sekira Rp500 miliar APBN ke Kabupaten Solok.

“Perlu diingat, Athari berhasil meraih 49.000 lebih suara di Pileg 14 Februari 2024 lalu, yang hampir dipastikan akan memilih Emiko-Irwan di Pilkada 27 November 2024 nanti. Sehingga, menjadi modal besar bagi pemenangan Bersemi”

Tampilnya Hj. Emiko Epyardi Asda, SP, sebagai Calon Bupati Solok, menjanjikan nuansa baru di pemerintahan Kabupaten Solok. Emiko yang dikenal ramah dan santun, mendengarkan masukan dari siapa saja, merangkul semua orang, serta cakap memilih orang-orang di bidangnya,

Hal ini menjadi “sisi lain” dari Bupati Solok saat ini, Epyardi Asda, yang dikenal “garang”. Emiko selama ini juga menjadi tempat “mengadu” bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat hingga ke tingkat nagari. Terbukti, Emiko mampu “menyejukkan” dan mencarikan solusi terbaik.

Pengalaman Emiko mendampingi Epyardi Asda selama 3 periode di DPR RI dan satu periode sebagai Bupati Solok, akhirnya terbukti di saat Emiko mulai melakukan sosialisasi dan kampanye selama ini. Di setiap kunjungan ke masyarakat, Emiko diterima dengan takjub. Kehadirannya disambut dengan harapan baru bagi Kabupaten Solok ke depan.

Cawabup Irwan Afriadi juga menebarkan “pesona” terpendam yang belum banyak diketahui. “Negatif campaign” yang digaungkan lawan politik, bahwa Irwan Afriadi adalah orang Sangir, Kabupaten Solok Selatan, ternyata terklarifikasi dengan sendirinya.

Disebutkan, orang tua perempuan Irwan berasal dari Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi. Sementara ayahnya berasal dari Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti.

Nama “Sangir” didapatkan karena Irwan Afriadi lahir dan besar di Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Sehingga, pasangan Emiko Irwan menjadi pasangan melingkupi ketiga “wilayah politik” di Kabupaten Solok. Yakni Emiko (Utara), Irwan Afriadi (Tengah dan Selatan).

Selama 10 tahun menjadi Anggota DPRD Sumbar (2014-2019 dan 2019-2024), kiprah Irwan Afriadi untuk Kabupaten Solok sangat mumpuni. Meskipun tidak banyak diketahui, karena sosok Irwan yang fokus bekerja dan jarang mengekspos kinerjanya.

Dalam 40 hari ke depan, tentu masyarakat menunggu pembuktian bahwa Irwan Afriadi memang berasal dari Muaro Paneh, terutama pernyataan dari niniak mamak dan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga menunggu konsep-konsep Irwan Afriadi untuk Kabupaten Solok jika nanti terpilih menjadi Wakil Bupati Solok periode 2025-2030.

Nomor urut 3, Jon Firman Pandu, SH dan H. Candra, SHI

Mengusung tagline “Sejuk dan Damai”, JFP-Candra diusung oleh Partai Gerindra yang memiliki 4 kursi, Partai PKS yang memiliki 5 kursi dan Partai PDIP 1 kursi. Total di dukung 10 kursi di DPRD Kabupaten Solok periode 2024-2029.

Pasangan ini mengedepan sinkronisasi pemerintahan, yakni Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih dan Mahyeldi sebagai petahana Gubernur Sumbar. Selain itu, JFP-Candra juga didukung oleh loyalitas para kader Gerindra dan militansi para kader PKS.

Paslon “Sejuk dan Damai” merupakan koalisi dari wilayah Tengah dan Utara. Yakni JFP yang berasal dari Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya dan Candra yang berasal dari Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih.

JFP yang merupakan petahana Wakil Bupati Solok, merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok. Mengandeng Candra, SHI, sosok yang sarat dengan pengalaman di organisasi, yakni mantan Presiden Mahasiswa IAIN Padang

Ia juga tercatat sebagai Staf Ahli di DPD RI, Sespri Walikota Payakumbuh, Sespri Gubernur Sumbar. Berbekal pengalaman tersebut, Candra tentu memiliki konsep dan perencanaan yang matang terkait pembangunan Kabupaten Solok ke depan.

Lalu, siapa pemenang Pilkada Kabupaten Solok 27 November 2024? Apakah “Berbudi”, “Bersemi”, atau “Sejuk dan Damai”?

(billy@nsi-id)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button