Tak Berkategori

ICW Cirebon Raya: Janji dan Bukti Pejabat Publik di Kabupaten Cirebon “Antara Retorika dan Realita”


Cirebon, suaraindependentnews.id
– Fenomena janji politik kembali menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Cirebon. Dari masa ke masa, pejabat publik silih berganti memberikan sederet janji manis: mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, perbaikan pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan. Namun, masyarakat kerap dihadapkan pada realita yang jauh dari harapan.

Menurut Ketum ICW Cirebon Raya Andre MR, bahwa sebagian warga, janji-janji itu seakan hanya menjadi retorika politik saat kampanye. Jalan desa yang dijanjikan mulus, masih banyak yang berlubang. Program kesehatan gratis yang digadang-gadang, ternyata masih menyisakan persoalan administrasi. Bahkan, sejumlah proyek pembangunan terbengkalai dan meninggalkan tanda tanya besar: apakah komitmen itu benar-benar serius, atau sekadar strategi meraih suara?

Salah satu aktivis Cirebon menyebut, perbedaan mencolok antara janji dan bukti inilah yang menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemimpin daerah. Masyarakat menuntut transparansi, akuntabilitas, serta keberanian pejabat untuk membuktikan apa yang telah mereka ucapkan di hadapan rakyat. “Kami tidak butuh janji lagi, yang kami tunggu adalah kerja nyata,” ujar Andre MR . (13/09).

Meski demikian, Andre MR menyampaikan bahwa tidak sedikit pula pejabat yang berupaya merealisasikan janji mereka. Beberapa program pembangunan infrastruktur jalan, revitalisasi pasar tradisional, hingga perbaikan pelayanan publik mulai dirasakan. Namun, capaian itu belum sepenuhnya merata. Kritik tetap muncul, terutama soal lambannya pemerataan pembangunan antara wilayah kota dan desa.

Banyak masyarakat dan aktivis berharap Fenomena “janji dan bukti” ini seharusnya menjadi refleksi penting bagi pejabat publik di Kabupaten Cirebon, apalagi sudah banyak terjadi unjuk rasa/demo oleh sebab menurunya tingkat kepercayaan publik.

Pejabat dituntut bukan hanya sekadar berbicara, tetapi bagaimana merajut kepercayaan dengan kerja nyata. Sebab, pada akhirnya masyarakat akan menilai bukan dari kata-kata yang terucap, melainkan dari hasil yang benar-benar bisa dirasakan.

Cirebon tidak butuh pejabat yang banyak bicara dan banyak janji, melainkan butuh Pejabat yang komunikatif, menerima kritik, kolaborasi, dan merangkul komponen masyarakat demi Cirebon lebih baik lagi kedepan di segala lini sektor, tegas Andre. (Kabiro)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button