Pansus Danau Diatas Dan Kematian Wisatawan di Kabupaten Solok
“Sekeping Tanah Sorga Yang Ternoda di Daerah Dingin Tanpa Salju”

Oleh; Hafni Hafiz, A.Md
Ketika terbentuknya Pansus di DPRD Kabupaten Solok terkait Danau Diatas Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti pada bulan Maret 2025, banyak keraguan dan kecurigaan yang muncul, bahkan asumsi liarpun terbangun, apakah itu Pansus cari duit, ataupun itu Pansus yang pansos untuk pencitraan.
Sebagai penggagas lahirnya Pansus ini, saya Hafni Hafiz dari Fraksi Gerindra bersama Ketua PKS Nazar Bakri dan beberapa orang kawan kawan Komisi di DPRD Kabupaten Solok mencoba mengklarifikasi kondisi itu sambil melakukan investigasi terkait statemen negatif tersebut.
“Kesimpulannya adalah, Pansus ini mesti berjalan, hajat hidup orang banyak tentang kebutuhan air mesti di selamatkan”
Disisi lain, para pelaku wisata juga harus menjadi perhatian serius, agar wisata Danau Diatas tetap dan terus menjadi primadona, sebut Hafiz.
Apa sih urgennya Pansus itu…???
Yaa.. Pertanyaan ini seringkali di ajukan ke kita, baik dengan cara cara yang elegant, maupun dengan nada miring. “Pansus Danau Diatas” ini menjadi penting, karena air danau itu dikonsumsi oleh masyarakat Nagari, baik PDAM, maupun Pamsimas.
“Artinya, kita berharap pelaku usaha mesti memahami kondisi itu, jaga lingkungan, bikin septic tank, buat IPAL, penuhi standar kesehatan lingkungan, dan yang paling penting jangan dirikan villa dalam badan danau”
Kita ingin nelayan, pengguna air maupun pelaku usaha saling berdampingan, bukan saling menghabisi.
Maka “Pansus Danau Diatas” ini hadir untuk mendalami, mengkaji maupun merekomendasikan ke pihak pihak terkait, terutama sekali kepada BWS V dan beberapa SKPD terkait.
“Kita sudah turun ke lapangan, kita sudah kantongi pelaku reklamasi, kita juga tahu pelanggar AMDAL. Pansus ini juga sudah berdiskusi dengan WALHI, BWS dan Kementrian”
Dan terakhir, “Pansus Danau Diatas” ini juga sudah terbitkan rekomendasi ke BWS dan SKPD, tapi nampaknya masih belum begitu kuat tindakan yang di ambil, ungkap Hafiz.
Apa kaitan Pansus dengan kematian wisatawan…???
Selama ini saya selaku Ketua “Pansus Danau Diatas” di serang oleh pelaku wisata, di frame negatif di medsos, bahkan ada yang bermain dengan akun bodong dengan tuduhan bermacam macam, seolah olah saya ingin merusak dan menghambat laju pertumbuhan wisata di Danau Diatas.
“Padahal saya bersama “Pansus Danau Diatas” mengingini adanya aturan yang jelas, mesti dibuatkan regulasinya. Kita ingin BWS menertibkan bangunan yang ada dalam badan danau. Kita ingin Dinas Lingkungan Hidup bersikap tegas terhadap pelanggar amdal. Kita ingin permainan wahana air di atur agar tidak merusak kearifan lokal”
Hari ini, berita viral muncul di seluruh Sumatera Barat dan bahkan mungkin sudah ditingkat Nasional, yakni meninggalnya seorang wisatawan yang kematiannya sedang di selidiki oleh pihak Kepolisian. Bicara soal maut dan umur, itu di tentukan oleh Allah SWT, kita sangat meyakini itu.
Namun diluar itu tentu kita perlu pula mencari asbab atas kematian wisatawan ini, soal izin, soal safety dan lainnya. Apakah kematian wisatawan ini disebabkan oleh kelalaian manusia, human eror, atau asbab lainnya?
“Sudahlah, jangan main main dengan nyawa orang, kita minta dengan tegas, tutup sementara penginapan yang bermasalah, terutama yang melanggar dan yang melakukan reklamasi”
Jangan hanya bicara soal uang dan uang, nyawa manusia lebiah berharga, tegas Hafiz.
“Kita takut viral, ternyata sekarang sudah viral dan bikin frame negatif lagi.Jadi perbaiki saja tata kelola wisata, tindak penginapan/villa yang bermasalah, terutama yang mendirikan bangunan dalam badan danau”
Saya berharap dan mengajak pelaku usaha wisata untuk berpikir jernih, menjaga potensi wisata Danau Diatas ini dengan mengikuti aturan, menjaga sumber air, menyediakan fasilitas yang memadai, memenuhi aspek perizinan dan lainnya.
Kita tidak menginginkan lagi kejadian ini terulang. BWS, dan Dinas terkait mesti menjalankan dan menegakkan aturan yang ada. Jangan sampai orang berpaling dari “Destinasi Wisata Danau Diatas” yang lazim disebut “sekeping tanah sorga di daerah dingin tanpa salju,” sebut Hafni Hafiz.




