Perjuangkan Kesejahteraan Guru, Pengurus PGRI Gelar Audiensi Dengan DPRD Kabupaten Solok

Solok, Suaraindependent.id — Peduli dengan kesejahteraan 8.700 orang guru dan honorer, pengurus PGRI Kabupaten Solok periode 2025-2030 sambangi DPRD Kabupaten Solok guna menggelar audensi, Senin (30/6/25).
Kedatangan rombongan PGRI tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm. Apt bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Armen Plani.
Audensi berjalan cukup alot, banyak hal dan persoalan yang dibahas, berikut kendala yang dihadapi para guru dan tenaga honorer di sekolahnya saat ini. Pembicaraan Informal, namun berjalan dengan penuh keakraban.
Tidak itu saja, mewakili suara 8.700 guru se Kabupaten Solok, Ketua PGRI Kabupaten Solok Yongkerman, S.Pd turut menyinggung kesejahteraan guru, khususnya tenaga honorer yang nasibnya sangat memprihatinkan.
“Lebih kurang 500 orang guru honorer TK/SD yang menerima gaji mulai dari 170 ribu hingga 300 ribu perbulannya, sangat tidak memadai. Kalau saja BAZNAZ bisa menyalurkan zakatnya ke guru honorer ini sekitar 300 ribu perbulannya, mungkin kesejahteraan guru honorer ini akan sedikit terangkat”
Dalam kesempatan itu, Yongkerman mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Solok. Selain beraudensi, kedatangannya juga sekaligus untuk bersilahturahmi, sebutnya.
“Terimakasih kepada pimpinan DPRD atas audensi bersama pengurus PGRI Kabupaten Solok. Ini hari yang istimewa untuk kami. Dan ini juga merupakan moment yang teramat berharga bagi pengurus PGRI yang baru dikukuhkan”

Semoga kedepannya PGRI bersama pemerintahan daerah Kabupaten Solok selalu berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan kita di Kabupaten Solok ini, pungkas Yongkerman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Korwil Kecamatan X Koto Singkarak.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok turut mengucapkan selamat datang kepada rombongan pengurus PGRI Kabupaten Solok di rumah rakyat ini.
“Ini adalah rumah aspirasi rakyat, siapapun boleh berkunjung dan bersilahturahmi kesini. Gedung ini adalah tempatnya menampung segala persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Solok,” sebut Ivoni Munir.
Atas nama lembaga DPRD Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus PGRI Kabupaten Solok periode 2025-2030 atas kunjungannya, sekaligus melakukan audensi.
Kita berharap, bagaimana hari ini kita bisa berdiskusi dan mencarikan win-win solution disetiap persoalan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Solok ini.
“Mewakili lembaga, mudah mudahan kita bisa membantu PGRI dan para guru di Kabupaten Solok ini dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kesejahteraan guru”
Terkait dari semua pembahasan tersebut, kita atas nama lembaga legislatif akan coba follow up. Tetapi perlu diketahui, dipemerintahan itu ada eksekutif dan ada legislatif. Kedua lembaga tersebut memiliki fungsi dan tugas masing masing.
“Kita support kalau itu untuk kebaikan peningkatan pendidikan. Terkait dukungan anggaran, kita akan coba berkoordinasi dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Solok. Selanjutnya juga akan di koordinasikan dengan pihak Pemda sekaitan pengalokasian Dana Alokasi Umum (DAU)”
Terkait perencanaan, Disdik harus mendukung kegiatan guru dan siswa, ucap Ivoni munir. Ia juga mengungkapkan akan mendukung program 6 hari sekolah dan MDA/TPSA, pemberlakuan Jam malam, penggunaan HP/ponsel bagi siswa melalui SE Bupati, terangnya.
“Kedepannya, PGRI bersama APH perlu membuat suatu kerjasama dalam bentuk MoU untuk perlindungan hukum bagi para guru dalam penegakan disiplin di sekolah”
Mudah mudahan PGRI Kabupaten Solok bersama guru guru menjadi garda terdepan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok, sukses selalu untuk PGRI Kabupaten Solok, ungkap Ivoni Munir.

- PGRI berinspirasi dengan DPRD untuk Kabupaten Solok lebih baik khususnya di sektor pendidikan
- Perbaikan nasib guru honorer yang terbelenggu dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 8 Tahun 2025, yang mana Dana Boss hanya di alokasikan sebanyak 20 % dari jumlah yang ada di ARKAS. Ketentuan ini sangat memutilasi nasib guru honorer
- Penyaluran zakat melalui BAZNAZ untuk guru honorer setiap bulannya, karena dana BAZNAZ tersebut bersumber dari ASN, sementara guru honorer termasuk mustahid
- Pelatihan guru dan kepala sekolah untuk perbaikan dan peningkatan kompetensi guru
- Pengadaan gedung guru untuk sarana diklat bagi semua jenjang pendidikan/sekolah, bisa juga digunakan sebagai penginapan untuk guru dari daerah terpelosok saat berurusan ke dinas
- Sarana prasarana untuk guru perlu menjadi prioritas, dana yang 20 % dari APBN, diluar gaji guru agar di realisasikan
- Perlindungan hukum untuk guru melalui MoU dengan Kepolisian (APH) dalam rangka antisipasi bagi guru dalam menegakkan disiplin
- Pergelaran olympiade guru dan siswa, merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka pembinaan profesional guru untuk meningkatkan kualitas yang bermuara pada mutu pendidikan
- One day with English at school or just at piloting school (Life skill)
Dalam audensi tersebut, Pimpinan DPRD Kabupaten Solok akan mengalokasikan Pokok Pikiran (Pokir) nya untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan dan kompentensi guru.
Usai menggelar audensi dengan Pimpinan DPRD, pengurus PGRI juga akan mengagendakan audensi dengan kepala daerah dan instansi lintas sektoral lainnya. (Billy@nsi-id)




